Jumat 31 Juli 2020, 11:06 WIB

Atasi Kolesterol Jahat dengan Mengonsumsi Alpukat

Galih Agus Saputra | Weekend
Atasi Kolesterol Jahat dengan Mengonsumsi Alpukat

Unsplash/Dick Ribbler
Buah Alpukat

PERAYAAN Idul Adha biasanya selalu identik dengan makanan yang terbuat dari daging, mulai dari sate, gulai, rendang, rawon dan lain-lain. Meski daging melimpah, tak sedikit pula orang yang takut mengonsumsinya karena alasan kesehatan. Kolesterol adalah salah satu persoalan yang sering diperhatikan.

Namun sebuah studi yang beberapa waktu lalu terbit di The Journal of Nutrition barang kali bisa menjadi jawaban. Studi itu menjelaskan, masalah kolesterol dapat diatasi dengan mengonsumi alpukat. Penulis makalah penelitian, Penny Kris-Etherton mengatakan kolesterol jahat pada dasarnya merujuk pada tingkat oksidasi lipoprotein dalam tubuh.

Hasil penelitiannya menunjukkan mengosumsi alpukat dapat menekan lipoprotein teroksidasi baik yang berbentuk partikel kecil atau padat. Partikel itu pula yang biasanya akan membentuk plak di jalur arteri.

"Kami dapat menunjukkan, ketika orang memasukkan satu alpukat sehari ke dalam menu makanan mereka, mereka akan memiliki lebih sedikit partikel padat daripada sebelumnya. Konsekuensinya, orang harus mempertimbangkan untuk menambahkan alpukat ke dalam makanan mereka dengan cara yang sehat pula," tutur pakar nutrisi itu seperti dilansir Sciencedaily.

Penelitian yang dilakukan  Penny  melibatkan 45 peserta dewasa yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Selama lebih dari lima minggu mereka mengikuti pola makan (diet) yang telah diprogram oleh peneliti. Dietnya juga berkaitan dengan konsumsi makanan dengan kandungan lemak-rendah dan sedang, termasuk mengonsumsi satu alpukat tiap hari.

Setelah lima minggu mengonsumsi alpukat, oksidasi lipoprotein peserta jauh lebih rendah daripada sebelumnya. Peserta juga memiliki kadar lutein dan antioksidan yang lebih tinggi, dimana kandungan ini dapat ditemukan di sayur-sayuran. Secara khusus, Penny menyebut penelitian ini menunjukan, alpukat membantu mengurangi partikel lipoprotein teroksidasi. Pola kerjanya mirip dengan oksigen ketika memproses makanan atau yang terlihat ketika apel berubah warna menjadi cokelat.

"Banyak poin penelitian oksidasi menjadi dasar untuk kondisi seperti kanker dan penyakit jantung. Kita tahu bahwa ketika partikel lipoprotein teroksidasi itu memulai reaksi berantai, ia dapat memicu aterosklerosis, yang merupakan penumpukan plak di dinding arteri. Jadi jika Anda dapat membantu melindungi tubuh melalui makanan yang Anda makan, itu bisa sangat bermanfaat," tutur Penny. (M-4)

Baca Juga

Simone de Beauvoir (tengah) saat menghadiri pemakaman Jeal-Paul Sartre, di Paris, pada 19 April 1980.

Surat untuk 'Bibi' Simone de Beauvoir

👤Abdillah Marzuqi 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 00:48 WIB
Pada masanya, de Beauvoir menjadi inspirasi banyak orang atas kehidupan cintanya yang sangat tak...
Unsplash/ Ryan Pouncy

Memakai Buff Sebagai Masker Malah Berbahaya

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 19:40 WIB
Banyaknya pori di kain buff bisa membuat partikel kuman terpecah menjadi partikel kecil dan bertahan lebih lama di...
Instagram @barbie

Pentingnya Mengajari Anak Keberagaman Sejak Dini

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 11:30 WIB
Anak-anak mulai mengerti tentang perbedaan fisik pada usia 3 tahun. Anak yang tidak diajarkan keberagaman, bahkan dapat memandang rendah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya