Jumat 31 Juli 2020, 08:04 WIB

Nasib Pejuang Iklim Belia ini Tak Seindah Greta Thunberg

Abdillah Marzuqi | Weekend
Nasib Pejuang Iklim Belia ini Tak Seindah Greta Thunberg

Twitter/@howey_ou
Pejuang Iklim di Tiongkok, Howey Ou

Howey Ou boleh disebut sebagai Greta Thunberg versi Tiongkok. Keduanya sama-sama bersuara untuk perubahan iklim dan sama-sama berusia 17 tahun.

Sayangnya Ou tak seberuntung aktivis lingkungan asal Swedia. Pejuang iklim itu harus berhadapan dengan pihak berwenang, bahkan dilarang sekolah. Meski demikian, Ou tak pupus semangat. Ia berharap tetap bisa tinggal di negara itu dan membangun gerakan lingkungan akar rumput. Tentunya, dengan cara yang disesuaikan dengan kondisi dalam negeri Tiongkok.

Dilansir dari South China Morning Post, pada tahun lalu, Ou tidak hadir di kelas selama seminggu. Ia lebih memilih berdiri di depan kantor pemerintah Kota Guilin untuk menyuarakan perubahan iklim. Ia membawa poster yang meminta warga bergabung dalam aksi perubahan iklim. Polisi mengentikan aksi protesnya dan menginterogasinya.

Protesnya pun viral di media sosial. Pihak sekolah pun tidak mengizinkannya registrasi ulang. Mereka khawatir, Ou akan menyeret pihak sekolah berhadapan dengan aparat.

"Saya ingin kembali ke sekolah untuk menggunakannya sebagai platform untuk aktivitas saya," kata Ou dalam sebuah wawancara.
Alih-alih takut pada perubahan iklim, justru warga tunduk pada iklim ketakutan. Begitu menurut Ou. Sedangkan Ou menilai dirinya adalah bagian dari komunitas global yang peduli pada perubahan iklim.

"Musuh kita yang sebenarnya adalah konglomerat yang mendorong globalisasi dan perdagangan bebas untuk mempertahankan praktik tidak berkelanjutan dan menghentikan pemerintah daerah melakukan apa pun," katanya. 

Sayangnya lagi, kehadiran Ou juga tidak disambut oleh organisasi lingkungan yang diakui pemerintah. Agustus lalu, Ou mengajukan proposal untuk berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan oleh China Youth Climate Action Network. Ia mendapati penolakan usai mengungkap pernah diinterogasi aparat.

"Mereka menolak aplikasi saya ketika saya memberi tahu mereka, otoritas keamanan publik menginterogasi saya," kata Ou.

Ahli tata pemerintahan di Universitas Shandong, Xie Lei, mengungkap hal itu terjadi karena LSM lingkungan di Tiongkok ingin bersih dalam catatan pemerintah.  Karena itu, mereka menghindari masalah sensitif.

"Bahkan LSM asing di China, seperti Greenpeace, kurang konfrontatif dan strategis daripada di negara lain," tambahnya.

Sejak penolakan itulah, Ou merubah strategi perjuangan. Kini ia berjuang dengan berkampanye di media sosial sembari membangun jejaring akar rumput. Selama hampir tiga bulan, ia pernah sendirian mengunjungi para aktivis dan organisasi lingkungan yang berada di antara Kota Nanjing dan Shanghai. Perjalanan itu menyita waktu, tenaga, dan dana. Ia rela tidur di taman untuk menghemat biaya. Tantangan Ou juga muncul dari orangtuanya yang khawatir dengan risiko kegiatan Ou.

Ou menolak pupus. Ia menemukan cara lain yang lebih inklusif agar pesannya tentang lingkungan sampai ke masyarakat. Salah satunya adalah fokus pada kampanye penanaman pohon. Ia juga berencana mengunjungi Dataran Tinggi Tibet untuk memahami seberapa besar perubahan iklim memengaruhi mata pencaharian penduduk setempat.

"Sebagian besar organisasi lingkungan berbicara kepada kelas menengah yang berpendidikan di kota-kota. Tapi saya ingin fokus pada mereka yang terkena dampak perubahan iklim dan tidak bisa berbicara," tegasnya. (SCMP/M-2) 

Baca Juga

DOK IHEALTH

Alat Portabel untuk Sehat di Masa Pandemi

👤Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 04:40 WIB
Beberapa alat ini bahkan mungkin sudah eksis lama tanpa Anda...
MI/Galih Agus Saputra

Muram dan Rintik Hujan Jadi Tema Jakarta Fashion Week 2020

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 22:02 WIB
Inspirasinya ialah rintik hujan yang ia harapkan dapat mengingatkan masyarakat untuk tetap sabar dan bersyukur meski dalam keadaan...
Tokyo Int

Tokyo International Film Festival Digelar Akhir Oktober

👤Fathurrozak 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 21:49 WIB
Program seperti simposium dan gelar wicara yang mendatangkan undangan internasional selama festival ini, akan dilangsungkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya