Jumat 31 Juli 2020, 06:21 WIB

CSIS Sebut RUU Cipta Kerja Mestinya Ada Sejak Lama

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
CSIS Sebut RUU Cipta Kerja Mestinya Ada Sejak Lama

ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Pekerja menyelesaikan pesanan produksi baju di Desa Inten Jaya, Lebak, Banten.

 

PENGAMAT ekonomi-politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja seharusnya sudah dibuat pemerintah sejak beberapa tahun lalu. Pasalnya, regulasi itu fokus meningkatkan iklim investasi di Indonesia.

"Itu memang sebenarnya sudah keharusan yang seharusnya Indonesia sudah lakukan sejak bertahun-tahun yang lalu," kata Yose, Jumat (31/7).

Ia mengatakan investasi menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan sejak beberapa tahun belakangan ini. Kondisi ini bukan hanya dari negara lain yang tidak ingin masuk tetapi juga investor dalam negeri.

Baca juga: DPR Minta Klaster Penyebaran Covid-19 di Perkantoran Dipantau

Menurutnya, salah satu permasalahan yang menghambat investasi adalah tumpang tindih peraturan dan kewenangan pemerintah pusat-daerah, perizinan berbelit, hingga tenaga kerja.

Oleh karena itu, kata Yose, pemerintah memerlukan langkah cepat untuk melakukan reformasi kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi melalui pembuatan RUU Cipta Kerja.

"Makanya perlu dilakukan secara langsung, secara komprehensif. Ini adalah ide dari Omnibus Law Cipta kerja tersebut," ujarnya.

Yose menyebut sejumlah pihak seharusnya tidak mempermasalahkan RUU Cipta Kerja karena tujuan pembuatan regulasi itu untuk meningkatkan investasi.

Selain itu, Yose mengatakan RUU Cipta Kerja selama ini kerap dianggap menguntungkan dunia usaha dan merugikan tenaga kerja. Padahal, menurutnya, dunia usaha dengan tenaga kerja satu sama lain saling membutuhkan.

"Jadi kadang-kadang banyak yang mendikotomikan seakan-akan ini bertentangan satu sama lain. Saya pikir itu enggak seperti itu kondisinya," katanya.

Yose justru menyatakan RUU Cipta Kerja akan menguntungkan masyarakat yang tengah mencari kerja di tengah pandemi covid-19. Menurutnya, banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan saat ini.

"Ada jutaan orang yang belum masuk pasar tenaga kerja yang membutuhkan reformasi," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Setpres/Kris

Tegakkan Kedaulatan di Ujung Timur

👤Cah/P-3 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 06:20 WIB
Dulu kita takut menuju batas ini. Tempatnya sepi dan rawan terjadi kejahatan. Namun, sekarang orang berbondong-bondong ke sini untuk...
Medcom.id/Faisal Abdalla

Langkah Jokowi soal Evi Diapresiasi

👤Pra/Ind/P-3 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 06:11 WIB
Presiden Jokowi menyatakan tidak akan mengajukan banding atas putusan PTUN yang membatalkan keputusan presiden (keppres) terkait dengan...
MI/Susanto

Demokrat dan PDIP Saling Sentil

👤Ths/P-3 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 05:27 WIB
Sebelumnya, Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ia menyebut ekonomi era Presiden SBY...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya