Kamis 30 Juli 2020, 20:20 WIB

Rayakan Idul Adha dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Atalya Puspa | Humaniora
Rayakan Idul Adha dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

 

Menanggapi pandemi covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia, perayaan Hari Raya Idul Adha kali ini hendak diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Kiai Haji Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aa Gym  mengingatkan agar masyarakat tetap rida dengan situasi pandemi ini, karena setiap musibah datang dan pasti akan berakhir atas izin Allah SWT. Maka masyarakat diharapkan supaya dapat menerima takdir dan ber-ikhtiar untuk mendapatkan takdir yang lebih baik lagi.

Baca juga: Doni Monardo: Sosialisasikan Seruan dari Masjid

“Jadi kita tidak usah memaksakan diri untuk beribadah seperti pada waktu normal, karena situasinya tidak normal,” kata Aa Gym saat berdialog melalui ruang digital di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).

“Ini adalah cara yang tepat untuk kita menambah keyakinan kepada Allah SWT, bahwa penguasa segala keadaan adalah Allah SWT. Kita punya rencana, punya keinginan, tapi kalau Allah SWT menetapkan sesuatu ya semua takluk pada kekuasaanNya, ini merupakan pelajaran yang dapat dipetik dari pandemi covid-19, “ucap Aa Gym.

Ia juga menambahkan bahwa situasi pandemi ini merupakan kesempatan bagi kaum muslimin untuk lebih tawadhu. Dengan kata lain, kaum muslimin diharapkan menyadari bahwa kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Allah SWT, sehingga hilanglah kesombongan manusia. Selain itu Aa Gym menyebutkan bahwa di dalam Agama Islam, menghindari kemudaratan merupakan perbuatan yang lebih diutamakan dibanding melakukan hal yang mendatangkan manfaat.

Covid-19 ini merupakan penyakit yang dapat tersebar melalui kerumunan. Di dalam berkerumun ini harus punya tata yang baru, supaya kerumunan ini tidak menimbulkan kemudaratan. Sehingga menjalankan ibadah di rumah tidak akan mengurangi pahala, termasuk dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini.

Terkait pemikiran bahwa takdir seperti kematian sudah ditentukan sehingga masyarakat cenderung tidak terlalu memedulikan protokol Kesehatan. Tidak ada kejadian yang terjadi dengan sia-sia, maka jangan sampai masyarakat kehilangan keyakinan terhadap hikmah atas pandemi covid-19.

“Selain mengimani takdir, akal manusia juga harus digunakan untuk memperoleh ilmu. Sehingga pada akhirnya tubuh dapat merealisasikan keimanan serta keilmuan tersebut dengan mematuhi protokol Kesehatan”, ucap Aa Gym

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum RICMA Masjid Cut Meutia, Muhammad Hussein mengatakan bahwa protokol kesehatan juga diterapkan di Masjid Cut Meutia, termasuk untuk perayaan Hari Raya Idul Adha. Dengan maksud menghindari kerumunan, pembagian daging kurban kali ini tidak dengan menggunakan kupon, melainkan dengan melalui koordinator yang akan mengantarkan ke rumah-rumah.

“Pemotongan dilakukan di Masjid dengan prosedur pintu gerbang, depan dan belakang, di kunci. Mengenai tempat pemotongan hewan kurban, bagi pengurban yang ingin menyaksikan pemotongan, maka akan diberi kalung identitas sebagai pengunjung. Kemudian waktu kunjungan akan disesuaikan dengan jadwal pemotongan hewan kurban masing-masing,” ucap Hussein

Hussein menjelaskan melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi munculnya kerumunan di area sekitar Masjid Cut Meutia pada hari pemotongan hewan kurban. Terkait pembagian tugas pada kegiatan pemotongan hewan kurban. Ia menyebutkan bahwa hanya terdapat pemotong, panitia, dan pembagi daging. Selain protokol kesehatan yang diterapkan oleh penyelenggara, yang berbeda dari perayaan Hari Raya Idul Adha kali ini dilakuan dengan menggunakan mesin untuk memotong tulang dan daging-daging besar hewan kurban. Jadi dipotongnya dengan mesin, agar lebih menjaga kebersihan, Ini dilakukan untuk kenyamanan kita semua,” ucap Hussein. (H-3)

Baca Juga

Dok.MI

Dokter Merdeka

👤FX Wikan Indraro Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Lektor FK UKDW, Alumnus S3 UGM 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:30 WIB
Kiprah Dr. Moewardi dalam momentum proklamasi kemerdekaan 1945 memberikan inspirasi kepada para dokter Indonesia di jaman sekarang....
Antara

Ketua Satgas Doni Monardo Daftar Relawan Vaksin Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:20 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo telah mendaftarkan dirinya untuk menjadi relawan uji klinis vaksin...
ANTARA/ADWIT B PRAMONO

Menerobos Blank Spot dengan BTS Mobile dan 5 Ribu Tablet

👤MI 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:11 WIB
Sudah saatnya dunia pendidikan tinggi terintegrasi dengan dunia industri (usaha) dalam menghasilkan karya-karya inovasi yang bermanfaat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya