Kamis 30 Juli 2020, 19:45 WIB

12 Kali Berturut-turut, BKPM Pertahankan Opini WTP

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
12 Kali Berturut-turut, BKPM Pertahankan Opini WTP

MI/Ramdani
Kepala BPKM Bahlil Lahadalia

 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk tahun anggaran 2019 lalu.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menerima secara langsung laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan BKPM tahun 2019 yang disampaikan oleh Anggota II BPK Pius Lustrilanang pada Kamis (30/7) di Kantor BKPM.

Bahlil menyampaikan apresiasi kepada tim BPK yang telah melakukan pemeriksaan laporan keuangan BKPM dan memberikan opini WTP. 

"Alhamdulillah, BKPM telah berhasil mempertahankan opini WTP ini selama 12 kali berturut-turut sejak tahun 2008. Sejak saat itu, BKPM telah melakukan berbagai resolusi untuk perbaikan-perbaikan. Hal ini perlu kita syukuri," ujarnya.

Hasil WTP menunjukkan bahwa Laporan Keuangan BKPM telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Perolehan opini WTP ini merupakan wujud akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan BKPM kepada para pelaku usaha. BKPM berkomitmen untuk mengedepankan tata kelola yang baik dalam setiap pelaksanaan program dan kegiatan.

Bahlil juga menyampaikan adanya perubahan besar di BKPM. Pertama, penguatan kelembagaan, dari sebelumnya Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LNPK) menjadi Lembaga Pemerintah (LP). 

Hal ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2007 tentang Badan Koodinasi Penanaman Modal. 

Kedua, BKPM memperoleh perintah untuk melakukan perbaikan peringkat kemudahan berusaha/ Ease of Doing Business (EoDB), serta amanah besar dengan adanya pendelegasian kewenangan perizinan dari 22 Kementerian/ Lembaga (K/L) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha.

"Saat ini, ada 22 perwakilan K/L yang ada di BKPM untuk percepatan pengurusan perizinan. Kita juga mendapat pelimpahan kewenangan tax holiday dan tax allowance. Nah karena insentif fiskal ada di BKPM, maka saya minta BPK untuk sering-sering periksa pasukan saya. Karena ini bisa menjadi potensi adanya penyelewengan," ujar Bahlil.

Anggota II BPK Pius Lustrilanang menjelaskan bahwa BPK telah melakukan pemeriksaan ke seluruh komponen laporan keuangan BKPM tahun 2019, berupa laporan realisasi anggaran, laporan operasional, dan laporan perubahan ekuitas. 

"Saya memberikan apresiasi kepada BKPM karena telah menjaga akuntabilitas serta kelola keuangan negara, sehingga memperoleh opini WTP. Kami juga berharap BKPM dapat melaksanakan perannya dengan sebaik-baiknya di tengah pandemi ini sehingga perekonomian negara dapat segera pulih," ujar Pius saat melaporkan hasil pemeriksaan secara langsung di depan Kepala BKPM.

Lebih lanjut, Pius menyampaikan bahwa BKPM memiliki peran penting dalam menarik investasi masuk ke Indonesia untuk dapat menggerakkan perekonomian dan penciptaan lapangan pekerjaan. (E-1)

Baca Juga

Dok Kemendag

Mendorong Geliat Ekspor di Tengah Pandemi

👤Dro/X10-25 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:51 WIB
Pemerintah mendukung penuh peningkatan peluang ekspor komoditas Indonesia, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui sejumlah...
Dok Kemendag

Mendag Fokus Jaga Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

👤Gan/S3-25 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:41 WIB
Untuk itu Kemendag mengajak masyarakat untuk terus pakai produk buatan Indonesia. Selain bangga buatan Indonesia, juga akan menggerakkan...
AFP/Roslan RAHMAN

Singapore Airlines Dukung Tanggapan Global terhadap Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 06:15 WIB
SIA menyediakan penerbangan carter ad-hoc dan kargo (tempat penyimpanan kargo) untuk aktivitas Program Pangan Dunia selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya