Kamis 30 Juli 2020, 16:50 WIB

Kemensos Akan Tambah Bansos Berupa Beras

Ihfa Firdausya | Humaniora
Kemensos Akan Tambah Bansos Berupa Beras

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Warga antre mengambil Bantuan Sosial (Bansos) tunai di Kantor Pos Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7).

 

Kementerian Sosial sedang memproses rencana penambahan bantuan sosial (bansos) penanggulangan dampak covid-19. Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras menyebut bentuk bansos tambahan ini kemungkinan berupa bansos beras dan bansos tunai.

"Sedang dalam proses penyelesaian DIPA-nya (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) di Kementerian Keuangan," kata Hartono dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/7).

Baca juga: Doni Monardo: Sosialisasikan Seruan dari Masjid
 

Untuk itu, total anggaran Kemensos akan bertambah menjadi Rp134 triliun. Sebelumnya, anggaran Kemensos tahun 2020 ini telah meningkat dari Rp62,8 triliun menjadi Rp124,8 triliun.

Peningkatan anggaran ini terkait peran Kemensos dalam penanganan dampak covid-19 melalui penyaluran bantuan sosial.

"Kemudian ada penambahan terkait dengan perluasan dan penambahan kepesertaan PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT), kemudian tambahan untuk alokasi bansos sembako dan bansos tunai, termasuk perpanjangan bansos sampai dengan Desember," jelas Hartono.

Hingga hari ini (30/7), realisasi anggaran Kemensos mencapai 58,88%. Pencapaian tersebut menempatkan Kemesos di peringkat 2 dari semua kementerian dan lembaga untuk penyerapan anggaran.

"Karena tambahannya (anggaran) cukup besar, kita peringkat 2 dari semua kementerian/lembaga," ungkap Hartono. Sebelumnya Kemensos sempat menempati urutan pertama.

Hartono juga melaporkan progres bansos sembako yang sudah memasuki tahap ke-tujuh.

"Belombang pertama untuk bansos sembako Jabodetabek dan bansos tunai sudah selesai. Bahkan bansos sembako Jabodetabek sudah masuk tahap 7, sudah 23%. Dan bansos tunai juga kita sedang proses untuk pencairan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar menegaskan tiga hal yang jadi fokus terkait penyaluran bansos, yakni kecepatan, ketepatan, dan akuntabilitas.

"Jadi peran kami dari inspektorat jenderal tentunya mengawal terkait dengan kecepatan dan ketepatan. Ini sudah kami lakukan," katanya.

"Akuntabilitas juga dijaga. Mereka yang menerima bantuan di setiap wilayah harus dilengkapi berita acara serah terima bantuan (BAST). Intinya dari sisi kecepatan, ketepatan, Alhamdulillah sesuai dengan arahan Pak Menteri, termasuk dari sisi akuntabilitas," pungkasnya.

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Empat Persetujuan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:50 WIB
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut ada empat persetujuan yang harus dipenuhi agar pembelajaran tatap muka...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

PGRI Tasikmalaya Pelajari Kurikulum Darurat Nadiem

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:20 WIB
Jika dipandang efektif untuk PJJ bagi siswa, maka PGRI akan membuat suatu program untuk menyosialisasikan dan...
AFP/handout  Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS

Tambah 2.277, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 123.503 Kasus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:06 WIB
Di sisi lain, pasien yang sembuh dari penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru itu bertambah 1.749 pasien yang membuat 79.306 paisen...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya