Kamis 30 Juli 2020, 16:25 WIB

Singapura Optimistis Tetap Jadi Pusat Penerbangan Dunia

Faustinus Nua | Internasional
Singapura Optimistis Tetap Jadi Pusat Penerbangan Dunia

AFP/Roslan Rahman
Ilustrasi: Maskapai milik Pemerintah Singapura

 

MENTERI Transportasi Singapura Ong Ye Kung memastikan negaranya tetap akan menjadi pusat penerbangan dunia, bahkan ketika pandemi covid-19 berakhir. Meski situasi saat ini menjadi sangat sulit bagi industri penerbangan, pemerintah Singapura akan tetap memprioritaskan sektor ekonomi andalannya itu.

"Saya pikir dalam beberapa minggu mendatang dan bulan-bulan mendatang, prioritas utama kami adalah langkah apa yang dapat kami ambil untuk menghidupkan kembali penerbangan kami. MFA (Kementerian Luar Negeri), MOT (Kementerian Transportasi) dan berbagai kementerian bekerja sama," ungkap Ong Ye Kung setelah menghadiri peresmian proyek Link Rapid Transit System (RTS), Kamis (30/7).

Dikutip CNA, menteri yang baru dilantik itu akan berupaya menegosiasi jalur hijau dengan sejumlah negara. Dengan memprioritaskan sektor tersebut, Singapura yakin mampu memulihkan dunia penerbangannya yang tengah hancur akibat pandemi.

"Jangan anggap remeh. Ketika covid-19 selesai, kami akan tetap sebagai hub penerbangan. Orang lain akan berlomba untuk itu. Itu bukan sesuatu yang kita terima begitu saja. Itu adalah sesuatu yang kami perjuangkan dan kami amankan," tegasnya.

Baca juga:  PM Singapura Umumkan Reshuffle Kabinet di Tengah Pandemi

Meski berupaya memperbaiki sektor tersebut, Ong tetap menekankan pada kepatuhan terhadap protokol kesejatan. Upaya pemerintah tetap diimbangi dengan keseriusan melawan penyebaran virus korona.

"Sekarang covid-19 telah memusnahkan dan menghancurkan sektor ini. Sekali lagi, kita harus mampu melawan, mengamankan dan menghidupkan kembali sektor penerbangan kita sambil tetap menjaga tingkat transmisi (covid-19) tetap rendah dan menjaga kesehatan warga Singapura," imbuhnya.

Ong berharap, sejumlah negara yang akan diajak kerja sama mau menerima dibukanya jalur hijau. Sehingga, perlahan mereka bisa menghidupkan kembali industri tersebut.

"Jadi saya pikir ke depan, semoga lebih banyak negara dapat melakukannya. Anda dapat menegosiasikan lebih banyak jalur hijau pergi-pulang. Tetapi jika Anda dapat melakukan lebih banyak (dan) melampaui, Anda harus benar-benar mempertimbangkan itu," tukasnya.

Dia mencatat bahwa tingkat pengangguran keseluruhan Singapura pada kuartal kedua telah naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Sementara untuk mengembalikan pekerjaan, Singapura harus mempertahankan statusnya sebagai pusat laut dan udara.(CNA/OL-5)

Baca Juga

AFP/Anwar Amro

Menlu Lebanon Mengundurkan Diri di tengah Krisis Ekonomi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 00:02 WIB
Ia menyalahkan kurangnya kemauan politik dalam melakukan reformasi untuk menghentikan krisis keuangan yang dapat mengubah Lebanon menjadi...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Demi Amerika, Microsoft Corp Nyatakan Keinginan Akuisisi TikTok

👤Antara 🕔Senin 03 Agustus 2020, 19:30 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang isu...
AFP/William West

Kasus Covid-19 Tembus 18 Juta, WHO :Dampaknya Berlangsung Lama

👤Fautinus Nua 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:53 WIB
Klaster baru pun telah dilaporkan di negara-negara yang sebelumnya mampu mengendalikan wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya