Kamis 30 Juli 2020, 16:13 WIB

Usia 30 tahun Lebih Rentan Terhadap Informasi Hoaks

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Usia 30 tahun Lebih Rentan Terhadap Informasi Hoaks

ANTARA
Ilustrasi Hoaks.

 

DESK Head Kanal Cek Fakta Medcom.id, Wanda Indana, mengatakan informasi palsu atau yang lebih dikenal sebagai hoaks lebih mudah diterima oleh kelompok usia 30 tahun ke atas dari pada generasi millenial.

Bahkan, menurutnya, pada kelompok usia tersebut paling banyak menyebarkan hoaks. Hal tersebut menurutnya dikarenakan adanya gap dengan teknologi digital sehingga menyulitkan untuk membedakan dan meyebarkannya ke kerabat maupun keluarga.

Baca juga: Yayasan Muslim Sinar Mas-ITC Group Sumbang Ratusan Hewan Kurban

"Berdasarkan data dari Kementerian Informasi sebenarnya usia yang rentan terhadap hoaks ini adalah 30 tahun ke atas. Kalau milenial sekarang itu lebih ramah pada perkembangan zaman dengan update teknolgi sekarang ini," kata Wanda dalam webinar bertajuk Turn Back Hoaks yang diadakan Media Academy, Kamis (30/7).

Ia melanjutkan, karena lebih bisa menerima perkembangan zaman, para generasi millenial ini pun akan terbiasa untuk mencek fakta sebenarnya dengan cepat. 

"Mereka dituntut memiliki kemampuan penguasan terhadap teknologi misalnya teknologi pemeriksaan foto digital dan semacamnya," lanjutnya.

Hal itu yang memang tidak dimiliki generasi terdahulu sehingga dengan mudahnya menyebarkan berita bohong. Bahkan, ia mengatakan usia 45 tahun ke atas merupakan kelompok usia yang paling banyak menerima informasi hoaks. 

"Mereka meyakini informasi yang mereka terima adalah benar," katanya.

Baca juga: Jadi Klaster Covid-19, PGI Imbau Gereja Lakukan Ibadah Daring

Sementara itu, Head of News Production Medcom.id, Indra Maulana, mengatakan penyebar hoaks ini dikarenakan ketidaktahuan dari benar maupun salahnya berita dan juga adanya kepentingan kelompok tertentu, misalnya dalam konteks pemilihan presiden dan sebagainya.

"Saya yakin yang suka menyebarkan hoaks adalah pihak tertentu yang ingin mencapai keuntungan tapi tidak tidak bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/CAHYA MULYANA

Insentif untuk Tenaga Kesehatan Langsung ke Rekening

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 18:15 WIB
Pemberian insentif per bulan sebanyak Rp15 juta bagi dokter spesialis, Rp10 juta dokter umum dan Rp7,5 juta bagi tenaga kesehatan lainnya...
MI/Agus Mulyawan

Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Empat Persetujuan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:50 WIB
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut ada empat persetujuan yang harus dipenuhi agar pembelajaran tatap muka...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

PGRI Tasikmalaya Pelajari Kurikulum Darurat Nadiem

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:20 WIB
Jika dipandang efektif untuk PJJ bagi siswa, maka PGRI akan membuat suatu program untuk menyosialisasikan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya