Kamis 30 Juli 2020, 14:12 WIB

BPP Kostratani Harus Terhubung Secara Digital dengan Petani

mediaindonesia.com | Ekonomi
BPP Kostratani Harus Terhubung Secara Digital dengan Petani

DOK KEMENTAN
Mentan SYL (kedua dari kiri) dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi (kiri).

 

Digitalisasi terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat produksi dan koordinasi hingga ke lapangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahkan meminta BPP Kostratani untuk terhubung secara digital dengan petani.

Hal ini disampaikan Mentan SYL dalam dialog dari Agriculture Operation Room (AOR) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Rabu (29/7/2020) malam. Dialog yang dilakukan secara virtual melalui video conference ini terhubung dengan jaringan 400 BPP Kostratani yang telah menerima bantuan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Kementerian Pertanian tahun 2019.

Dalam dialog, Mentan SYL didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dan Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin.

Menurut Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, Kementerian Pertanian melalui Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dan Badan Karantina Pertanian, terus melakukan pendampingan intensif kepada 290 BPP Kostratani

“Kita terus mengawal proses transformasi BPP menjadi Model BPP Kostratani, sebagai benchmark bagi BPP lain yang akan bertransformasi menjadi BPP Kostratani,” tuturnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, BPP Kostratani bisa menjadi contoh dari apa yang menjadi ciri pertanian maju, mandiri dan modern yang dipraktekkan oleh para petani di wilayah kerja BPP Kostratani. “Semua ciri pertanian maju, mandiri dan modern yang diterapkan oleh para petani harus ada di BPP,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa digitalisasi saat ini merupakan sebuah keniscayaan. “Bila kita tidak ikut dan memanfaatkannya, maka kita akan tertinggal. Dan bagi sebuah entitas usaha atau pelayanan, ketertinggalan sama saja dengan kematian,” katanya.

Ungkapan ini dikupas dalam sebuah buku yang membahas tentang Internet of Things (IoT) yang ditulis oleh Nicolas Windpassinger bertajuk ‘Digitize or Die: Transform Your Organization’.

Dijelaskan Mentan, dengan digitalisasi maka perkembangan luas tambah tanam (LTT) dan luas tambah panen (LTP) sekarang dapat dilaporkan secara real time. “Demikian juga, pertemuan-pertemuan secara virtual tanpa harus bertemu secara fisik, namun saling terhubung melalui video conference, memudahkan para petani dan penyuluh pertanian di lapangan menyampaikan perkembangannya, baik keberhasilan maupun masalah-masalah yang dihadapi,” ujar Menteri Syahrul.

Pada sisi lain, interkonektivitas secara digital seperti itu juga memudahkan para pengambil kebijakan di Kementerian Pertanian maupun pemerintah daerah untuk bertindak cepat memberikan respons terhadap perkembangan yang berlangsung di lapangan.

SYL menegaskan bahwa setelah BPP Kostratani terkoneksi dengan AWR, harapan berikutnya adalah BPP Kostratani harus terhubung secara digital dengan petani di wilayah kerjanya.

Mentan SYL membayangkan pada saatnya seorang Koordinator BPP Kostratani Ketika akan menjelaskan dan mendiskusikan kapan sebaiknya saat pertanaman padi dimulai, Koordinator tinggal mengirim link video conference ke semua petani, dan petani melalui perangkat androidnya bisa langsung terhubung dan bergabung dalam video conference tersebut.

Menurutnya, bila penyuluh pertaniannya cerdas, bisa dipastikan para petaninya juga cerdas. Bila kompetensi penyuluhnya menguasai sisi hulu, bisa dipastikan para petaninya juga akan menerapkan cara budidaya yang baik. “Perilaku petani itu sebagaimana perilaku penyuluh pertaniannya,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri dialog, Mentan SYL kembali mengingatkan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia, sangatlah besar. Namun SYL bersyukur, sektor pertanian tergolong sektor yang tangguh, terbukti kondisi pangan kita cukup survive. Kendati demikian, SYL menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi tidaklah gampang, antara lain daya beli masyarakat turun di semua negara, termasuk di Indonesia.

“Saya mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk bekerja extra-ordinary, tetap semangat dalam segala kekurangan, dan mari sama-sama melakukan terobosan-terobosan,” ujar SYL mengakhir dialog malam itu. (BS/EZ/OL-10)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

Hindari Krisis Berkelanjutan, Sektor Keuangan Wajib Dijaga

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 19:20 WIB
“Krisis pada tahun ini berbeda dengan 98 atau 2008 atau krisis kecil pada 2013. Karena 3 masa krisis itu datang dari sektor keuangan....
Antara/Asep Fathulrahman

Baru Dibuka Kembali, 300 Ribu Orang Lebih Daftar Kartu Prakerja

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 19:08 WIB
“Animonya baru beberapa jam dibuka sudah sekitar 300 ribuan orang mendaftar. Sekitar jam 14.00 WIB tadi itu udah hampir 400 ribu. Itu...
MI/Bary Fatahillah

Ekonomi di tengah Pandemi Ditentukan Pilihan Kebijakan Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 18:38 WIB
Pemerintah sedianya memiliki dua pilihan saat pandemi merebak, yakni melakukan karantina dan melakukan test, tracing and isolation (TTI)...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya