Kamis 30 Juli 2020, 14:05 WIB

Jawa Barat Maksimalkan Tes Masif Covid-19 dengan Mobile Lab PCR

Bayu Anggoro | Nusantara
Jawa Barat Maksimalkan Tes Masif Covid-19 dengan Mobile Lab PCR

Dok BPBD Jawa Barat
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan (kanan) menyerahkan bantuan disaksikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melacak penyebaran virus korona (Covid-19). Salah satunya dengan meggencarkan tes polymerase chain reaction (PCR). Langkah ini ditempuh untuk memenuhi standard minimal WHO yakni tes masif 1% dari jumlah penduduk.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Dani Ramdan mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi tes minimal terhadap 500 ribu warga sesuai syarat WHO tersebut. Hingga saat ini, provinsi yang penduduknya berjumlah 50 juta ini sudah melakukan lebih dari 350 ribu tes covid-19 yang 120 ribu di antaranya dengan metode PCR.

Dani yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat ini merasa bersyukur karena pihaknya memeroleh bantuan satu unit bus Laboratorium PCR Test dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan inipun langsung diserahkan BPBD Jawa Barat kepada Dinas Kesehatan agar bisa segera digunakan.

"Serah terimanya hari Selasa (28/7), disaksikan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Kajati, dan perwakilan dari Kodam III/Siliwangi," kata Dani di Bandung, Kamis (30/7).

Dani menjelaskan, bus laboratorium tes PCR tersebut merupakan mobile laboratorium yang dilengkapi sejumlah peralatan tes PCR yang cukup canggih. Beberapa fasilitasnya adalah mesin tes PCR 96 hole min 4 chanel. Alat ini untuk memproses reaksi virus covid-19 dengan reagen PCR-nya.

"Ada juga auto RNA Extraction, yakni alat untuk proses ekstraksi RNA virus. Serta satu unit laminar flow untuk melindungi reagen dari kontaminasi pada saat persiapan pencampuran reagen PCR," ucapnya.

Selain itu, untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para petugas yang bekerja di dalam mobile lab PCR, bus ini dilengkapi pass through box dengan UV untuk menrransfer sampel dari luar ke BSL mobile. "Juga ada BSC Class II untuk melindungi pengguna saat memroses sampel covid mulai dari pelabelan sampai persiapan ekstraksi," katanya.

Tak hanya itu, tambah Dani, mobile laboratorium ini memiliki negatif pressure fan dengan hepa filer + exhaust untuk menyaring udara kotor di dalam kabin bus menjadi bersih bebas virus dan bakteri. Dia berharap, dengan tambahan satu unit mobile laboratorium ini bisa tes massif Covid-19 bisa menjangkau semua daerah dan menyasar berbagai lapisan ekonomi dan sosial masyarakat seperti di pasar tradisional, perbelanjaan modern, pesantren, sekolah, dan konsentrasi massa lainnya.

"Alhamdulillah, adanya bantuan mobile laboratorium ini tidak lepas dari upaya Pak Gubernur (Jawa Barat Ridwan Kamil) dalam menyampaikan permohonan bantuan kepada Presiden Jokowi dan Kepala BNPB Doni Monardo," katanya.

Selain itu, tambah Dani, bantuan ini diberikan karena Jawa Barat dinilai memiliki kinerja yang sangat baik dalam penanggulangan Covid-19. "Juga kami memiliki SDM laboratorium tes Covid-19 yang memadai, serta jumlah penduduk terbesar yang harus dilindungi," katanya. (BY/OL-10)

Baca Juga

MI/Susanto

210 Aset Pemerintah Kota Sorong Bermasalah

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 07:46 WIB
Beberapa aset bermasalah merupakan rumah dan kendaraan yang masih dikuasai aparatur sipil negara (ASN) yang sudah dipindahtugaskan dari...
Dok Pribadi

Pemko Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

👤Denny Susanto 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 07:32 WIB
Untuk penghormatan wafatnya Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, pemerintah kota setempat mengeluarkan surat edaran pengibarann bendera...
MI/Martinus Solo

20 Tahun Bermasalah, RSUD Sorong Jadi Hak Milik Pemkot

👤Candra Yuri Nuralam, Martinus Solo 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 06:58 WIB
RSUD Sorong merupakan aset yang mempunyai nilai harga Rp98...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya