Kamis 30 Juli 2020, 07:42 WIB

AS Tarik 12 Ribu Pasukan Militernya dari Jerman

Faustinus Nua | Internasional
AS Tarik 12 Ribu Pasukan Militernya dari Jerman

Christof STACHE / AFP
Tentara AS ditempatkan di Grafenwoehr, selatan Jerman. Presiden Donald Trump memerintahkan 12 ribu tentara digeser dari Jerman ke Belgia.

 

MILITER AS pada Rabu (29/7) mengatakan akan memindahkan kantor pusatnya dari Stuttgart, Jerman ke Belgia, terkait rencana untuk menggeser sekitar 12.000 tentaranya dari Jerman atas perintah Presiden Donald Trump. Dikutip France24, dari 34.500 personel militer AS di Jerman, sekitar 6.400 akan dikirim pulang. Sementara hampir 5.600 lainnya akan dipindahkan ke negara-negara NATO lainnya.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa tujuan utama dari rotasi adalah untuk memperkuat sisi tenggara NATO di dekat Laut Hitam. Selain itu, juga akan dipindahkan ke Polandia dan negara-negara Baltik, jika Warsawa menindaklanjuti perjanjian yang telah dibuat kedua pihak. Para pejabat AS mengatakan rencana itu akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan. AS juga tak menepis kemungkinan mengirim pasukan udara dan darat ke negara-negara yang sudah ditempati pasukan Amerika sebelumnya.

Terkait rencana pindah ke Polandia, erat hubungannya dengan upaya meningkatkan kehadiran pasukan AS di negara itu. Hal itu sesuai dengan perubahan yang sudah lama diinginkan oleh Warsawa dan Presiden Polandia Andrzej Duda. Langkah itu diperkirakan menelan biaya miliaran dolar dan membutuhkan pembangunan pangkalan-pangkalan untuk mengakomodasi pasukan tambahan.

Sementara itu, anggota partai politik Trump sendiri mengkritik rencana tersebut sebagai hadiah bagi Rusia dan ancaman terhadap keamanan nasional AS. Sejumlah 22 anggota partak Republik di Komite Angkatan Bersenjata menilai langkah tersebut menunjukan berkurangnya komitmen AS terhadap pertahanan Eropa akan mendorong agresi dan oportunisme Rusia.

baca juga: PM Singapura Khawatir Ketegangan AS-Tiongkok Terus Berlanjut

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana tersebut bulan lalu untuk memangkas jumlah pasukan AS di Jerman menjadi 25.000. Presiden AS itu menyalahkan sekutunya karena gagal memenuhi target pengeluaran pertahanan NATO dan menuduhnya mengambil keuntungan dari Amerika dalam perdagangan.(OL-3)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Indonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian di Tengah Pandemi

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 14:35 WIB
"Pandemi telah meningkatkan kerentanan negara-negara terdampak konflik. Beberapa negara bahkan terancam jatuh kembali ke jurang...
AFP/LUDOVIC MARIN

Prancis Tingkatkan Militernya di Mediterania untuk Hentikan Turki

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 12:55 WIB
Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (12/8) mengatakan bahwa Prancis akan meningkatkan kehadiran militernya di Mediterania...
AFP/PEI CHEN

Demokrasi Taiwan Dipandang Kunci Keberhasilan Memerangi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 11:05 WIB
Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, Alex Azar, menyatakan kunjungannya ke Taiwan adalah pengakuan atas keberhasilan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya