Rabu 29 Juli 2020, 20:35 WIB

Indonesia Siapkan Laporan Tahunan Bencana SFDRR

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Indonesia Siapkan Laporan Tahunan Bencana SFDRR

MI/LINA HERLINA
Sebanyak 4.930 keluarga terdampak banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin (13/7).

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menyiapkan laporan tahunan bencana sebagai komitmen bersama dengan komunitas internasional. Ini akan menjadi monitoring dan capaian Indonesia dalam konteks Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR).

Penyusunan laporan tahunan ini bertujuan sebagai laporan pemerintah atau country report untuk melihat capaian Indonesia melalui indikator yang ditargetkan dalam SFDRR 2015 – 2030. Laporan yang akan disusun secara bertahap ini melibatkan kementerian/lembaga dan mitra lain penanggulangan bencana di Indonesia. Capaian dalam penanggulangan bencana menjadi komitmen Indonesia dalam SFDRR.

Baca juga: KLHK Dorong Masyarakat Lakukan Daur Ulang Sampah Plastik

Dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi penyusunan laporan tahunan, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widaja menyampaikan mengenai tujuh target SFDRR sebagai acuan dalam penulisan laporan tahunan.

Ketujuh target mencakup pembahasan mengenai bencana yang berdampak pada tingkat kematian global, jumlah populasi terdampak, kerugian ekonomi, kerusakan infrastruktur dan layanan dasar, pengurangan risiko bencana, kerja sama internasional dan ketersediaan dan akses kepada sistem peringatan dini dan informasi risiko bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB memberikan penjelasan latar belakang dan materi pengisian yang perlu disiapkan secara internal unit teknis di BNPB. Pada tahap selanjutnya BNPB akan mengajak kementerian/lembaga dan berbagai pihak untuk memberikan data yang dimiliki sebagai capaian yang terkait dengan ketujuh target.

Kepala Sub Direktorat Tata Kelola BNPB Cahyo Nugroho mengatakan, penyusunan laporan akan dilakukan secara bertahan sebelum nantinya akan dikumpulkan pada akhir tahun.

“Laporan tahunan ini merupakan capaian 2019 dan 2020 penanggulangan bencana di Indonesia,” ujarnya pada rapat koordinasi penyusunan laporan di Hotel Santika BSD, Serpong, Rabu (29/7).

Tahapan berikutnya yakni sosialisasi monitoring SFDRR ke para pihak, workshop pengumpulan data dari internal BNPB dan kementerian/lembaga serta para pihak terkait dan workshop finalisasi.

SFDRR atau Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 merupakan acuan kerja dalam aktivitas pengurangan risiko bencana yang telah disepakati 187 negara. Kerangka kerja ini diluncurkan untuk pengimplementasiannya dalam Konferensi Dunia ketiga PBB di Sendai, Jepang, pada 8 Maret 2015. SFDRR ini merupakan kelanjutan dari Hyogo Framework for Action (HFA). (H-3)

Baca Juga

Antara

Dorong Model Pendidikan Partisipatif dan Memerdekakan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 22:32 WIB
POP dan PGP yang digagas Kemdikbud dinilai menjadi bagian dari inisiasi untuk menciptakan pendidikan yang selaras dan sesuai kebutuhan...
AFP/Jean-Francois Monier

Tangani Covid-19,Obat Tradisional tak Dapat Gantikan Peran Vaksin

👤Ihfa Firdausya 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 21:59 WIB
“Jamu (obat tradisional) ini adalah untuk komorbid dari covid-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala...
AFP/STR

BMKG Ingatkan Waspada Tiga Hari Hujan Deras dan Angin Kencang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:59 WIB
BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang supaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya