Rabu 29 Juli 2020, 18:50 WIB

Kesimpulan tentang Kematian Yodi Dipertanyakan, ini Kata Polisi

Tri Subarkah | Megapolitan
Kesimpulan tentang Kematian Yodi Dipertanyakan, ini Kata Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi pembunuhan

 

KASUS kematian news video editor Metro TV, Yodi Prabowo, 25, telah diungkap oleh Polda Metro Jaya pada Sabtu (25/7) lalu. Kesimpulan yang dibuat oleh polisi adalah, Yodi diduga kuat bunuh diri.

Namun, banyak pihak yang mempertanyakan tentang kesimpulan tersebut. Selain oleh pihak keluarga Yodi sendiri, sikap skeptisisme tersebut juga datang dari sejumlah pakar, termasuk kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. Tak hanya itu, informasi tentang dugaan kuat bahwa Yodi meninggal karena kasus pembunuhan juga datang dari masyarakat luas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan bahwa kesimpulan yang dibuat oleh polisi berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh secara ilmiah.

"Berdasarkan fakta-fakta scientific investigation, kemudian penyelidikan, penyidikan keterangan saksi-saksi yang ada, keterangan saksi-saksi ahli, didalami bukti dari CDR (call data record) HP yang bersangkutan, fakta-fakta yang ditemukan semuanya memang bisa diambil kesimpulan ini diduga keras atau diduga kuat bunuh diri," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/7).

Namun, Yusri mengatakan bahwa polisi menerima apabila ada pihak yang mendapatkan fakta-fakta atau bukti baru mengenai kasus kematian Yodi.

"Silakan kalau memang ada fakta-fakta baru atau ada novum baru lagi yang bisa disajikan, silakan saja. Tetapi sudah kita sampaikan inilah dasar penyelidikan kita sampai terakhir," ujar Yusri.

Lebih lanjut, Yusri menyarankan agar masyarakat jangan berspekulasi mengenai kematian Yodi. Alih-alih spekulasi, lanjutnya, Yusri menyarankan orang yang mempunyai fakta kematian Yodi untuk datang ke polisi untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga : Ibu dan Anak Jadi Tersangka Penculikan Bocah 3 Tahun

"Kalau memang berspekulasi silakan datang ke penyidik ya kalau mau jadi novum yang baru datang ke penyidik nanti kita lakukan pemeriksaan," tandasnya.

Sebelumnya, Suwandi, ayah Yodi, tidak percaya apabila putranya meninggal dengan cara bunuh diri. Suwandi berharap agar polisi mendalami segala kemungkinan yang ada.

Sementara itu, Adrianus menilai bahwa lokasi ditemukan mayat Yodi sangat memungkinkan bagi pelaku yang diduga membunuh Yodi untuk menghilangkan barang bukti dan jejak sidik jari maupun DNA-nya.

Dalam wawancaranya dengan Media Indonesia beberapa waktu lalu, Adrianus tidak menemukan adanya path atau jalan yang khusus bagi Yodi untuk mengakhiri hidupnya. Padahal, lanjutnya, path harus dimiliki oleh seseorang apabila ingin bunuh diri.

"Artinya, tidak biasa kalau tempatnya acak-acakan, modusnya juga acak-acakan, tidak memperlihatkan satu predisposisi atau tanda-tanda, juga ada latar belakangnya," papar Adrianus.

Sementara itu, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menjelaskan faktor komorbiditas mempengaruhi seseorang untuk melakukan bunuh diri dengan banyak perlukaan.

"Komorbiditas yakni beberapa kondisi yang berlangsung bersamaan pada satu individu. Misal, depresi dan penyalahgunaan obat-obatan. Efeknya terhadap risiko bunuh diri juga akan semakin tinggi, caranya pun ekstrim. Ini penjelasan umum," papar Reza.

Diketahui, dokter spesialis forensik RS Tingkat I R Said Sukanto atau RS Polri Kramatjati Arif Wahyono mengatakan pihaknya mendapati bahwa urine Yodi positif mengandung amfetamin. (OL-7)

Baca Juga

Medcom

Tambah 472 Kasus, Total Positif Covid-19 DKI Capai 25.714 Orang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:40 WIB
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada penambahan kasus positif covid-19 selama 24 jam sebanyak 472...
Ilustrasi

Ini Sanksi Bagi Perusahaan yang tutupi Kasus Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:19 WIB
"Kami akan memberikan sanksi terhadap perkantoran yang menutup-nutupi karyawannya yang terpapar Covid-19. Kami sedang menyusun aturan...
Antara

Tutupnya Pasar Mayestik, Ada Pedagang Meninggal karena Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:11 WIB
Perumda Pasar Jaya akhirnya mengakui ada seorang pedagang di Pasar Mayestik meninggal dunia karena covid-19, sehingga pasar tersebut...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya