Rabu 29 Juli 2020, 16:59 WIB

Momen Idul Adha Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Momen Idul Adha Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19

ANTARA
Pekerja memberi minum sapi yang dijual Rp12,5 juta hingga Rp25 juta per ekor (tergantung berat) untuk kurban tahun ini.

 

PERAYAAN Idul Adha 1441 H yang bertepatan pada Jumat 31 Juli diharapkan tidak menjadi tempat atau klaster penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan mutlak dipatuhi selama pemotongan hewan kurban nanti.

"Sudah ada protokol kesehatan khusus untuk Idul Adha. Pastikan tidak ada orang-orang berkumpul," ungkap Anggota tim Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam tayangan Youtube BNPB, Jakarta, Rabu (29/7).

Baca juga: Pegawainya Positif Covid-19, Disdik DKI Akui Belum Dapat Laporan

Dewi menerangkan, berdasarkan data Satgas Covid-19, rumah ibadah menjadi penyumbang klaster virus menular tersebut. Di gereja misalnya ada 3 klaster dengan 29 kasus. Di masjid ada 3 klaster dengan 11 kasus, pesantren 1 klaster dengan 4 kasus, dan acara tahlilan satu klaster tapi menyebar ke 29 orang.

Dewi meminta panitia kurban memperhatikan protokol dan menghindari kerumunan di tempat pemotongan. Di DKI Jakarta dilarang tempat pemotongan di wilayah atau zona merah Covid-19.

"Di tahun ini mohon tidak seperti itu dahulu, jangan berkumpul dalam satu waktu yang sama. Distribusi daging bisa oleh panitia masjid saja. Jadi, tidak berkerumun," pungkas Dewi.

Diketahui, penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 itu terbit dalam bentuk Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 yang ditandatangani hari ini oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

Dalam persyaratan pemotongan hewan kurban di masa pandemi seperti yang tercantum dalam Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020. Seperti penerapan jaga jarak fisik. Pada Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. Lalu penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban.

Ketiga, ada pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging. Serta pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik. (OL-6)

Baca Juga

MI/CAHYA MULYANA

Insentif untuk Tenaga Kesehatan Langsung ke Rekening

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 18:15 WIB
Pemberian insentif per bulan sebanyak Rp15 juta bagi dokter spesialis, Rp10 juta dokter umum dan Rp7,5 juta bagi tenaga kesehatan lainnya...
MI/Agus Mulyawan

Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Harus Ada Empat Persetujuan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:50 WIB
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut ada empat persetujuan yang harus dipenuhi agar pembelajaran tatap muka...
ANTARA/RAISAN AL FARISI

PGRI Tasikmalaya Pelajari Kurikulum Darurat Nadiem

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 17:20 WIB
Jika dipandang efektif untuk PJJ bagi siswa, maka PGRI akan membuat suatu program untuk menyosialisasikan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya