Rabu 29 Juli 2020, 16:24 WIB

Transmisi Lokal Sumbang Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Transmisi Lokal Sumbang Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak

Ilustrasi
covid-19

 

LOKAL transmisi di permukiman menyumbangkan klaster terbanyak di DKI Jakarta. Bahkan tercatat sedikitnya 283 klaster dari lokal transmisi di permukiman tersebut.

“Jadi untuk hari ini kita akan lebih banyak kupas data yang sudah dikumpulkan teman-teman di surveillance dinkes dki jakarta. Ini luar biasa mereka kerjanya. Bukan hanya jumlah tes yang banyak, tapi penyelidikan epidemiologinya dilakukan tracing,” kata Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyai dalam keterangan virtual, Rabu (29/7)

Dri masa PSBB transisi sejak 4 Juni sampai 26 Juli ini ada kasus-kasus yang berasal dari beberapa macam penelusuran. Sebut Dewi, pertama ternyata sebanyak 3.567 kasus atau 28% ini merupkana hasil dari active case finding.

"Ini aktif dicari, benar-benar dicari pasien-pasien yang tidak ada gejala tapi ternyata positif. Ini bukan orang yang ngerasa sakit kemudian diperiksa. jadi benar-benar disamperin lalu dites apakah positif atau tidak," sebutnya.

Kedua hasil dari contact tracing. Jadi kalau sudah ditemukan pasien positif, kemudian ditelusuri lagi siapa kontak eratnya dan ternyata hasilnya menyumbangkan kasus 29% atau 3.694 kasus.

Selanjutnya bentuk pasif surveillance, lanjut Dewi ternyata dari angka pasien yang datang ke rumah sakit kemudian diperiksa ini ada 43% atau 5.477 kasus.

Baca juga : 449 Pasien Covid-19 yang Dipulangkan dari RSKI Pulau Galang

Dari seluruh kasus ini bisa diihat kontribusi dari klaster mana saja. Meskipun psien rumah sakit memang masih menempati peringkat pertama sekitar 42%. Kemudian pasien di komunitas ini hasil kontak tracing.

"Mungkin jadi si bapak A yang positif pernah pergi menghadiri apa ketemu siapa saja lalu mulai ada penyebaran di sana. ini cukup besar angkanya sekitar 39%. Ada ABK dan PMI yang balik ke indonesia sekitar 5,88%. Kerena Jakarta adalah hub nya, ketemu di sini," paparnya.

Kemudian klaster pasar ini berada diperingkat keempat ada sekitar 4,35% kemudian baru klaster perkantoran ada 3,6%.

"Perkantoran menyumbang kontribusi sekitar 3,6% di masa psbb transisi untuk keseluruhan kasus positif yang ada di DKI Jakarta," tegasnya.

Dewi menambahkan, paling banyak lokal transmisi dari pemukiman. Berdasarkan hasil contact tracing komintas ditemukan 283 klaster atau 1.178 kasus bertemu klaster dalam satu tempat.

Untuk klaster perkantoran sudah ada 90 klaster dengan 459 kasus. Pasar terdapat 107 klaster atau 555 kasus, fasilitas kesehatan ada 124 klaster atau 799 dan rumah ibadah terdapat 9 klaster atau 114 kasus. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Novrian Arbi

Doni Senang Masyarakat Dukung Kampanye Nasional Penggunaan Masker

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 08:09 WIB
Kampanye ini diharapkan menjadi gerakan yang mengubah mindset sehingga pada akhirnya perilaku masyarakat...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Menag Kecam Intoleransi di Solo

👤Siswantini Suryandari 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 07:50 WIB
Kasus midodareni di Solo diprotes warga dan menyebabkan korban luka menuai amarah Menteri Agama Fachrul Razi mengecam tindakan iru dan...
MI/ ADAM DWI

Umat Muslim Diminta tidak Percaya Covid-19 adalah Konspirasi

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 06:13 WIB
Menganggap remeh wabah covid-19 sama dengan menzalimi masyarakat. Sikap menganggap remeh wabah akan membawa keburukan bagi diri sendiri dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya