Rabu 29 Juli 2020, 15:51 WIB

Konservasi Harimau Sumatra di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Riau

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Konservasi Harimau Sumatra di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Riau

MI/Rudi Kurniawansyah
BBKSDA Riau bersama Yayasan Arsari Djojohadikusumo menyepakati pembangunan pusat konservasi harimau sumatra di Siak dan Bengkalis.

 

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Yayasan Arsari Djojohadikusumo menyepakati pembangunan pusat konservasi harimau sumatra yang akan dilaksanakan di zona inti cagar biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Siak dan Bengkalis, Riau.

Kawasan konservasi itu memiliki kurang lebih 200 ribu hektare hutan primer rawa gambut, populasi satwa mangsa yang melimpah, dan dukungan  pemerintah daerah setempat.

"Pembangunan di zona inti cagar biosfer persisnya di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Di mana areal kerja sama meliputi juga di Suaka Margasatwa Bukit Batu, Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Rabu (29/7).

Baca Juga: Konservasi Satwa Liar masih Terancam

Ia menjelaskan, kesepakatan kerja sama ditandatangani di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2, Jakarta. Penandatanganan dilakukan
Kepala BBKSDA Riau dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang disaksikan Dirjen KSDAE, Ketua Yayasan Arsari
Djojohadikusumo, dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK.

"Adapun kerja sama ini dilakukan terutama untuk konservasi spicies dan habitat Harimau Sumatra khususnya pada habitat ekosistem rawa gambut," ungkap Suharyono.

Ia mengatakan, latar belakang dari kerja sama itu adalah intensitas konflik Harimau Sumatra dan manusia yang sering terjadi di Provinsi Riau. Selain itu, belum adanya tempat rehabilitasi Harimau Sumatra di Provinsi Riau. Ditambah lagi tingginya ancaman perburuan dan aktivitas ilegal, serta perubahan dan degradasi serta fragmentasi habitat yang terjadi.

Baca Juga: KLHK Bantu Selamatkan Satwa di Lembaga Konservasi Terimbas Wabah

Menurutnya, kondisi itu sebagai akibat dari menyempitnya habitat harimau karena peralihan kawasan menjadi perkebunan, pemukiman dan HTI. Sehingga area jelajahnya menjadi terbatas dan sebagian besar berada di luar kawasan konservasi.

"Kasus kematian satwa liar terkhusus Harimau Sumatra beberapa kali terjadi terutama disebabkan karena kegiatan perburuan dengan pemasangan jerat satwa. Di samping kematian, juga menimbulkan adanya luka yang perlu penanganan secara medis," papar Suharyono.

Sejauh ini, lanjutnya, upaya untuk melakukan pencegahan yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan operasi atau patroli sisir jerat secara rutin.

Baca Juga: Covid 19, Satwa di Lembaga Konservasi Tetap Diperhatikan

"Dengan melihat permasalahan yang terjadi selama ini terhadap Harimau Sumatra, maka Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra di Provinsi Riau harus segera direalisasikan," tegas Suharyono.

Ia menambahkan, pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra akan dilaksanakan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Dimana areal kerjasama meliputi juga di Suaka Margasatwa Bukit Batu, Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.

"Keunggulan dari pusat konservasi ini adalah lokasi berada dalam Zona Inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu. Memiliki kurang lebih 200 ribu hektare Hutan Primer Rawa Gambut, populasi satwa mangsa yang melimpah, dan dukungan Pemerintah Daerah," jelasnya.

Adapun kemanfaatan yang ingin dicapai, terang Suharyono, yaitu kelestarian dan peningkatan populasi Harimau Sumatra. Kemudian sebagai tempat pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan, peluang usaha ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan kegiatan ekowisata atau wisata terbatas.

"Komitmen dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk Konservasi Harimau Sumatra, mendapatkan apreasiasi yang tinggi dari Ditjen KSDAE Kementerian LHK. Semoga dengan adanya dukungan berbagai pihak kelestarian Harimau Sumatra akan terjaga," harapnya. (RK/OL-10)

Baca Juga

MI/Fransisco

Jangan Dukung Mantan Napi Koruptor di Pilkada 2020

👤Muhammad Fauzi 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 21:05 WIB
LSM Sintang Bebas Politisi Korup (SBPK) mengajak seluruh warga Kabupaten Sintang untuk tidak memilih calon kepala daerah yang pernah...
MI/Ruta Suryana

Pada 11 September Bali Siap Sambut Wisatawan Mancanegara

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:50 WIB
PEMPROV Bali siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang. Protokol kesehatan pariwisata sudah disusun...
Istimewa

KostraTani 2020 Kementan Didukung Ribuan Komputer

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:20 WIB
KOMANDO Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) dalam melaksanakan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) didukung...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya