Rabu 29 Juli 2020, 11:35 WIB

Kementan Bekerja Sama dengan Unud Bali Dukung Sikomandan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Bekerja Sama dengan Unud Bali Dukung Sikomandan

Ist/Kementan
Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita (kanan) memberikan cenderamata kepada Wakil Universitas Udayana Ida Bagus Wyasa Putra. 

 

DALAM rangka mendukung peningkatan produksi sapi dan kerbau andalan negeri (Sikomandan), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direkrorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Udayana (Unud), Bali. 

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, mengatakan selain fokus pada Sikomandan, kerja sama ini juga menyangkut pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta percepatan pelaksanaan program pembangunan bidang peternakan dan kesehatan hewan. 

"Peran akademisi sangat penting dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, terlebih Universitas Udayana (Unud) yang ada di Bali dengan plasma nutfah aslinya yakni Sapi Bali," ungkap Ketut saat menyampaikan sambutannya pada acara penandatanganan nota kesepahaman di Denpasar, Bali (27/07).

Ketut berharap bahwa Unud dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas Sapi Bali dengan perbaikan mutu genetik dan bibit yang dimiliki. Hal itu disampaikannya di hadapan Wakil Rektor Unud dan jajarannya, direktur dan pejabat lingkup Ditjen PKH, serta perwakilan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Bali.

Ketut menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, perbaikan mutu bibit dan genetik ternak diperlukan untuk mendukung pemenuhan kecukupan protein hewani yang berasal dari produk hewan dalam negeri sesuai amanat Permentan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa peningkatan produksi sapi dan kerbau ini dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan dari hulu sampai hilir, termasuk di dalamnya peningkatan kelahiran melalui kawin alam atau inseminasi buatan, peningkatan produktifitas melalui tunda potong dan pemenuhan kecukupan pakan, pengendalian penyakit hewan dan reproduksi, penjaminan keamanan dan mutu pangan, serta distribusi serta pemasaran.   

"Melalui Nota Kesepahaman ini, diharapkan Unud dapat memberikan bantuan keahlian, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia, penelitian dan/atau pengembangan teknik metoda, peningkatan jejaring, kapasitas, dan kompetensi kelembagaan, serta pendampingan program/kegiatan PKH," ucapnya. 

Ketut kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Rektor Universitas Udayana (Unud) beserta jajaran yang telah  menyambut baik kerjasama tersebut dan berharap upaya yang dikerjakan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan protein hewani kepada rakyat atau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dalam rangka pemenuhan kecukupan protein hewani dan memenuhi kebutuhan produk hewan dalam negeri, memang diperlukan produksi sapi dan kerbau sebagai komoditas andalan dalam negeri.

Maka dari itu, untuk mewujudkan kecukupan protein hewani tersebut, sebagai landasan dalam pelaksanaannya telah diterbitkan Permentan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

"Oleh karena itu, kiranya hubungan dan kerjasama yang telah terbangun selama ini antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Universitas Udayana harus dipertahankan dan ditingkatkan," harapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Informasi, Ida Bagus Wyasa Putra menyampaikan bahwa pihak Unud menyabut baik kerjasama ini, dengan Tri dharma perguruan tinggi, Unud diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan secara nasional dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

"Kami siap menindaklanjuti kerjasama ini, semoga Unud dapat berkontribusi besar dalam mendukung program-program Ditjen PKH," pungkasnya. (OL-09)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

UMKM Mulai Menggeliat Kredit Ikut Meningkat

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 04:35 WIB
Aktivitas ekonomi di sentra-sentra UMKM sudah mulai menggeliat kembali sehingga perlu...
Dok. Kemenkeu

Pemda Mulai Lirik Pinjaman dari Pusat

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 04:25 WIB
Begitu pula dengan Jawa Timur yang sudah mulai berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dana pinjaman...
MI/Andri Widiyanto

Digitalisasi Pertahankan Eksistensi

👤Emir Chairullah 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 04:20 WIB
Bank Indonesia (BI) mendorong akselerasi digitalisasi pengembangan ekonomi keuangan syariah sebagai kekuatan ekonomi menghadapi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya