Rabu 29 Juli 2020, 11:18 WIB

PM Singapura Khawatir Ketegangan AS-Tiongkok Terus Berlanjut

Faustinus Nua | Internasional
PM Singapura Khawatir Ketegangan AS-Tiongkok Terus Berlanjut

AFP/Roslan RAHMAN
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong

 

PERDANA Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Selasa (28/7), mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang terus berlanjut.

Dalam dialog virtual Dewan Atlatik, Lee mengatakan harapannya bahwa ketegangan bisa berakhir setelah pilpres AS, November nanti. Mengingat hubungan AS-Tiongkok selalu dijadikan bagian dari kampanye seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Secara historis, dalam tahun-tahun pemilihan presiden, hubungan AS-Tiongkok selalu terjerat dalam kampanye presiden. Dan setelah itu, setelah beberapa waktu ketika pemerintahan baru menetap, Anda mulai memahami seperti apa, sebenarnya dunia ini seperti apa dan keadaan mulai tenang," kata Lee seperti dilansir CNA.

Baca juga: Zuckerberg Minta AS Perbaharui Aturan untuk Internet

Meski demikian, situasi kali ini, menurutnya, sedikit berbeda. Lee tidak begitu yakin hubungan dua negara adikuasa itu bisa kembali membaik, lantaran keadaan di lapangan sudah jauh dari sekadar kampanye politik.

Ia pun menyayangkan konsensus bipartisan tentang memperlakukan Tiongkok sebagai ancaman sangat luar biasa.

"Dan saya khawatir ini akan berlanjut melewati pemilu dan jika itu terjadi, saya pikir ini pertanda buruk bagi dunia," ungkap Lee.

Pemerintahan Trump sering bentrok dengan Tiongkok di berbagai bidang seperti klaim teritorial, peralatan telekomunikasi dan yang terbaru, penanganan pandemi dan UU Hong Kong. Namun, bila Biden yang memenangkan pilpres juga diperkirakan akan memihak sekutu dalam menghadapi Tiongkok.

Lee menyebut keadaan hubungan AS-Tiongkok saat ini sebagai situasi yang tidak menguntungkan. Kedua negara saling membalas tindakan dan kemudian menyebar ke semua aspek hubungan mereka.

"Adalah normal di antara dua kekuatan bahwa Anda akan memiliki area kontradiksi dan area di mana Anda dapat bekerja sama. Tapi saya pikir hal-hal yang telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, Anda memiliki banyak bidang di mana tidak hanya ada kontradiksi, tetapi juga ketidakpercayaan yang mendalam, dan ini korosif yang membuat hubungan yang sangat sulit menjadi sangat berbahaya," kata Lee.

Lee pun memberi saran terkait kekhawatirannya itu. Menurutnya, kedua negara perlu menstabilkan hubungan, mengembangkan konsensus bipartisan mengenai hubungan AS-Asia, dan menemukan cara untuk kembali ke Kemitraan Trans-Pasifik, pakta perdagangan multilateral yang ditarik oleh pemerintahan Trump. (OL-1)

Baca Juga

JOSEPH EID / AFP

Presiden Prancis Akan Kunjungi Beirut

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 06:56 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron akan bertemu dengan mitranya Michel Aoun dan Perdana Menteri Hassan Diab untuk memberikan dukungan moril...
AFP/STR/ANWAR AMRO/MARWAN TAHTAH

KBRI Beirut Pastikan Semua WNI Selamat

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 05:18 WIB
Gubernur Beirut mengatakan lebih dari 300 ribu orang kehilangan rumah akibat...
FAMER ROHENI / Malaysia

Malaysia Tak Ingin Terjebak dalam Perselisihan Tiongkok-AS

👤 Faustinus Nua 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 05:18 WIB
Malaysia mengajak negara-negara ASEAN utuk bersatu sebagai satu blok terutama dalam menghadapi tekanan Tiongkok dan AS serta...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya