Rabu 29 Juli 2020, 10:57 WIB

Generasi Muda Kunci Benahi Tata Kelola Pemerintahan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Generasi Muda Kunci Benahi Tata Kelola Pemerintahan

ANTARA/Raisan Al Farisi
Wisudawan berjalan menuju lapangan untuk mengikuti prosesi wisuda di Kampus IPDN di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

 

GENERASI muda adalah kunci untuk membuka tata kelola pemerintahan yang lebih baik, yang tidak rumit dan berbelit-belit.

Kaum muda harus mampu mengubah cara kerja birokrasi saat ini yang terlalu banyak aturan, tahapan, dan prosedur yang akhirnya membelenggu dan menyulitkan pemerintahan itu sendiri.

"Harus diingat saudara-saudara adalah masa depan pemerintahan kita. Mulai dari tingkat pusat, kabupaten, sampai ke pelosok desa. Kalian adalah penentu reformasi di instansi masing-masing. Tangan kalianlah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi itu. Hati kalianlah yang akan merawat kedekatan dengan rakyat dan yang melayani rakyat. Tekad kalianlah yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta untuk Indonesia maju yang semakin jaya," ujar Presiden Joko Widodo dalam acara Pelantikan Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXVII, di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (29/7).

Baca juga: KPK Eksekusi Mantan Bupati Indramayu ke Lapas Sukamiskin

Jokowi berharap generasi muda bisa memberikan nuansa yang berbeda di dalam pemerintahan, memberikan pemikiran-pemikiran inovatif sehingga memacu birokrasi untuk berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh rakyat.

"Saya tidak ragukan komitmen saudara untuk melayani masyarakat. Tetapi komitmen saja tidak cukup. Sebagai pemuda, saudara harus menjadi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi birokrasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, menjadi motor penggerak pemerintahan yang baru," tegas kepala negara.

Semua hal tersebut wajib dilakukan agar Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Terutama dalam upaya menangani pandemi.

"Sekarang dan ke depan, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, tetapi negara cepat mengalahkan negara lambat. Dalam kondisi normal pun, cara kerja kita harus berorientasi hasil, harus cepat, harus efisien, harus langsung dirasakan oleh rakyat, apalagi dalam kondisi krisis kesehatan, krisis pandemi saat ini. cara kerja seperti itu tidak bisa ditawar lagi. Saya mengajak saudara-saudara untuk mengawal cara perubahan kerja baru. Dari cara kerja yang rumit, yang lambat, jadi cara kerja yang cepat. Dari regulasi yang banyak dan rumit ke regulasi yang sedikit dan sederhana," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Periksa Eks Pejabat Setneg, KPK Selisik Soal Uang Proyek PTDI

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 22:42 WIB
Penyidik komisi antirasuah mendalami dugaan penerimaan uang terkait pengadaan pesawat dalam kasus dugaan korupsi proyek fiktif di PT DI...
Dok DPD

DPD Diminta Mediasi MUI dan BPJPH soal UU Jaminan Produk Halal

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 21:43 WIB
Ditambahkan Ma'ruf, amanat UU tersebut posisi MUI hanya sebatas pemberi fatwa, bukan lembaga yang mengeluarkan sertifikat...
dok kejagung

Rotasi Jamwas dan Jamintel Di Tengah Isu Joko Tjandra

👤RO/Micom 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:32 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Melasari, yang sempat berfoto dengan Joko Tjandra ikut dicopot dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya