Rabu 29 Juli 2020, 09:54 WIB

Recehan Sehat (Rehat), Jawara Virtual Hackathon BPJS Kesehatan

mediaindonesia.com | Humaniora
Recehan Sehat (Rehat), Jawara Virtual Hackathon BPJS Kesehatan

Ist
Aplikasi Rehat dilombakan dalam kompetisi Virtual Hackathon BPJS Kesehatan.

 

BPJS Kesehatan telah mengumumkan pemenang kompetisi Virtual Hackathon 2020. Dari total 51 peserta yang mengikuti kompetisi Virtual Hackathon BPJS Kesehatan, telah terpilih tiga terbaik yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pemenang pertama dianugerahkan kepada tim asal Padang, Dkletz, pemenang kedua jatuh kepada tim asal Bandung, Mulyatini, dan pemenang ketiga jatuh kepada pria asal Pati, Fredy Eko Purnomo.

“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan seluruh peserta dalam kompetisi Hackathon ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini perkembangan teknologi sudah memengaruhi terhadap penyelenggaraan Program JKN-KIS," ucap Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda.

"Dengan adanya ide-ide tersebut, harapannya dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi Mobile JKN, sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengakses layanan kesehatan,” jelas Wahyuddin.

Lebih lanjut, Wahyuddin menyebut bahwa sebagian besar peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi Virtual Hackathon ini menawarkan inovasi sistem aplikasi pembayaran.

Wahyudin mengakui bahwa pemanfaatan teknlogi telah memberikan dampak positif kepada kepuasan layanan peserta JKN-KIS. Namun, ia menyebut bahwa pihaknya masih ingin mendalami dan mengembangkan sistem aplikasi tersebut sebelum diujicobakan kepada peserta.

“Ada banyak peserta yang mengusung inovasi aplikasi untuk mempermudah pembayaran iuran. Tentu ini merupakan hal yang sangat baik bagi kami untuk mengembangkan alternatif kanal pembayaran iuran. Namun, kami juga masih akan mendalami sistem aplikasi ini agar jika suatu hari nanti diluncurkan, dapat benar-benar berjalan secara optimal,” tambah Wahyuddin.

Kompetisi Virtual Hackathon yang digelar BPJS Kesehatan telah menghadirkan berbagai inovasi baru yang ditawarkan, salah satunya yaitu Recehan Sehat (Rehat). Sistem yang diusung tim milenial beranggotakan dua orang  tersebut menawarkan sistem tabungan yang berasal dari uang kembalian transaksi yang dilakukan yang nantinya bisa digunakan untuk membayar iuran JKN-KIS.

Aplikasi Rehat yang dilombakan dalam kompetisi Virtual Hackathon BPJS Kesehatan berawal dari belum optimalnya kesadaran peserta JKN-KIS untuk membayar iuran kepesertaan JKN-KIS. Apalagi bagi peserta JKN-KIS yang belum merasakan manfaat Program JKN-KIS, masih cenderung menunda untuk melakukan pembayaran iuran.

Beranjak dari hal tersebut, tim yang dinobatkan sebagai juara kesatu itu menghadirkan sebuah inovasi baru yang dinamai dengan Rehat yang bisa membantu peserta JKN-KIS untuk membayar iuran dan juga membantu BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kolektabilitas iuran peserta.

Cara kerja aplikasi e-wallet berbasis teknologi blockchain dan QR Scanner ini hampir sama dengan cara kerja e-wallet lainnya, di mana transaksi pembayaran dapat dilakukan hanya dengan scanning QR barcode.

Setelah pemegang akun melakukan transaksi pembayaran, akan terdapat nominal kembalian transaksi dari hasil pembayaran tersebut. Nantinya, kembalian dari transaksi pembayaran secara otomatis langsung masuk ke sistem aplikasi recehan sehat sebagai tabungan untuk mebayar iuran JKN-KIS.

Selain itu, sistem aplikasi Rehat ini juga melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai agen advokasi serta membangun kebiasaan masyarakat melalui langkah sederhana yang dilakukan secara terus menerus. Ke depannya, dengan kehadiran sistem aplikasi Rehat, iuran peserta JKN-KIS langsung secara otomatis menarik dari saldo yang ada dan melunasi iuran JKN-KIS. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Dorong Model Pendidikan Partisipatif dan Memerdekakan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 22:32 WIB
POP dan PGP yang digagas Kemdikbud dinilai menjadi bagian dari inisiasi untuk menciptakan pendidikan yang selaras dan sesuai kebutuhan...
AFP/Jean-Francois Monier

Tangani Covid-19,Obat Tradisional tak Dapat Gantikan Peran Vaksin

👤Ihfa Firdausya 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 21:59 WIB
“Jamu (obat tradisional) ini adalah untuk komorbid dari covid-19, artinya bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala...
AFP/STR

BMKG Ingatkan Waspada Tiga Hari Hujan Deras dan Angin Kencang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:59 WIB
BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang supaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya