Rabu 29 Juli 2020, 09:15 WIB

BNI Restrukturisasi Kredit 203.178 debitur

Raja Suhud | Ekonomi
BNI Restrukturisasi Kredit  203.178 debitur

Dok.BNI
Gedung BNI di kawasan Bendungan Hilir

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menyelesaikan restrukturisasi kredit terhadap 203.178 debitur atau sekitar 23% dari total kredit BNI berdasarkan posisi terakhir. 

Hal itu tidak lepas dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama perbankan menjalankan berbagai program sebagai jaring pengaman ekonomi selama wabah covid–19  yang salah satunya melalui program restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi.  

Di BNI, segmen debitur yang memanfaatkan program restrukturisasi kredit tersebar, mulai dari segmen bisnis kecil, menengah, bisnis korporasi, hingga segmen konsumer. Debitur segmen bisnis kecil merupakan yang terbanyak mendapatkan program restrukturisasi, yaitu sebanyak 119.831 debitur kemudian diikuti oleh segmen Konsumer dengan 82.509 debitur.

Deputi Komisioner Humas OJK Anto Prabowo menuturkan, OJK meyakini program restrukturisasi kredit ini dapat membantu sektor riil untuk bertahan dari tekanan wabah. OJK juga terus mengevaluasi perkembangan terkini untuk menilai keleluasaan industri perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasinya. 

"Kita akan lakukan evaluasi bagaimana sektor ekonomi bergerak kembali dan perbankan tetap leluasa menjalankan fungsinya," kata Anto dalam siaran pers BNI. 

Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, program restrukturisasi kredit ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dan perbankan terhadap dampak pandemi Covid-19 yang telah memberikan tekanan kepada usaha debitur sehingga berpotensi menurunkan kualitas kreditnya. Relaksasi tersebut juga merupakan stimulus bagi sektor riil sebagai upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Dengan melihat potensi permasalah tersebut, perbankan melakukan langkah - langkah pre-emptive antara lain melakukan assesment yaitu melaksanakan stress test untuk mengetahui potensi dampak Covid – 19 terhadap kemampuan debitur dalam membayar kewajibannya kepada bank. 

Dengan mengetahui dampak dan kemampuan nasabah yang sebenarnya, maka perbankan dapat menyiapkan upaya-upaya penyelamatan termasuk merestrukturisasi kreditnya, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan kebijakan internal bank. 

“Kami mengharapkan, ketika pandemi ini berakhir, usaha debitur akan kembali normal dan kualitas kredit dapat terjaga. Untuk menjaga kualitas kredit secara keseluruhan, selain menjalankan prinsip kehati-hatian melalui ekspansi yang selektif, BNI juga menerapkan kebijakan yang lebih prudent dalam pembentukan kecukupan cadangan atas potensi risiko yang ada,” pungkas Herry.  (E-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Menristek Pastikan PRN 2020-2024 Tetap Berjalan saat Pandemi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 14:57 WIB
Implementasi Prioritas Riset Nasional (PRN) dipastikan tetap berjalan tahun ini, meski di tengah pandemi covid-19 dan anggaran riset yang...
Antara

699 Perusahaan Go Public di Tengah Pandemi Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 14:48 WIB
Angka ini pun menjadikan Indonesia negara yang unggul atas perusahaan yang go public pada 2020...
MI/Susanto

Akui Kemungkinan Resesi, Luhut: Kita Juga Optimistis

👤Henri Siagian 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 14:21 WIB
Menurut Luhut, pemerintah mendorong belanja pemerintah, memberikan stimulus, serta mendukung terealisasinya investasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya