Rabu 29 Juli 2020, 08:44 WIB

Anak Libanon Diramalkan akan Mati Kelaparan pada Akhir Tahun

Basuki Eka Purnama | Internasional
Anak Libanon Diramalkan akan Mati Kelaparan pada Akhir Tahun

AFP/STR
Dua anak bermain di penampungan pengungsi Palestina di Libanon.

 

HAMPIR 1 juta orang di Beirut tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka dan anak-anak kemungkinan akan mati kelaparan pada akhir tahun ini. Hal itu diungkapkan lembaga amal Save the Children, Rabu (29/7).

Lembaga itu mengatakan sebanyak 910 ribu orang, lebih dari separuhnya adalah anak-anak, di Beirut tidak memiliki makanan yang memadai karena krisis ekonomi.

"Kita akan mulai melihat anak-anak mati kelaparan sebelum tahun ini berakhir," ujar Penjabat Direktur Save the Children Libanon Jad Sakr.

Baca juga: Selama Pandemi 10 Ribu Anak Per Bulan Meninggal Kelaparan

Perekonomian Libanon runtuh dalam beberapa bulan terakhir dengan mata uang mereka kehilangan 80% nilai, perusahaan ditutup secara massal, dan angka kemiskinan meroket bersama meningkatnya angka pengangguran.

Krisis ekonomi terburuk dalam sejarah Lebanon itu diperparah dari hilangnya pendapatan akibat pandemi covid-19.

"Krisis ini memukul semua orang, keluarga Libanon, Palestina, dan pengungsi Suriah," ujra Sakr.

Karenanya, Save the Children mendesak pemerintah Libanon yang belum mencapai kata sepakat dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapatkan dana bantuan darurat untuk menyiapkan dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga mereka. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

Ilustrasi

CDC AS Perbarui Pedoman Penularan Covid-19 di Udara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:39 WIB
CDC saat ini memperbarui rekomendasi mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara (virus yang menyebabkan covid-19). Setelah proses ini...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di AS Mendekati 200.000 Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:36 WIB
Lebih dari 70% kematian di AS terjadi di antara orang-orang yang berusia di atas 65...
AFP/Oli SCARFF

Inggris akan Tutup Tempat Hiburan Malam Lebih Awal

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 22 September 2020, 14:16 WIB
Kepala petugas medis Chris Whitty mengatakan tingkat infeksi meniru kebangkitan kuat yang terjadi di Prancis dan Spanyol, sekitar dua kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya