Rabu 29 Juli 2020, 08:45 WIB

Penjualan Listrik PLN Naik 1,5% di Tengah Pandemi

Raja Suhud | Ekonomi
Penjualan Listrik PLN Naik 1,5% di Tengah Pandemi

Dok. PLN
Petugas PLN memeriksa gardu induk.

 

Dalam kondisi pandemi Covid-19, perseroan masih dapat membukukan kenaikan penjualan listrik sebesar 0,95% atau 1,129 GWh dari 118,522 GWh pada semester 1 tahun 2019 menjadi 119,651 GWh pada semester 1 tahun ini. 

Hal ini menjadikan Pendapatan dari Penjualan Listrik PLN masih bertumbuh 1,5% atau Rp1,96 triliun dari Rp133,45 triliun pada semester 1 tahun 2019 menjadi Rp135,41 triliun pada semester tahun berjalan. Semua ini diperoleh  dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017 . 

Secara keseluruhan, sepanjang semester 1 tahun 2020, Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha Rp139,78 triliun meningkat 1,6% dibandingkan  semester 1 tahun lalu. EBITDA perusahaan semester 1 tahun 2020 senilai Rp35,29 triliun dengan EBITDA Margin sebesar 21,4%.


Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi  dalam siaran pers PLN menjelaskan peningkatan penjualan listrik didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan. Sampai dengan akhir Juni 2020, pelanggan PLN  telah mencapai 77,19 juta atau bertambah sebanyak 3,59 juta pelanggan dari posisi akhir Juni 2019 sebesar 73,6 juta pelanggan. 

Untuk meringankan beban kelompok masyarakat yang paling terdampak  Pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN daya 450 VA dan 900VA bersubsidi. 

Program pembebasan tagihan dan keringan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat yang paling terdampak pandemi. Sesuai dengan surat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui surat No.707/26/DJL.3/2020 tanggal 31 Maret 2020.

Sementara itu, untuk pertumbuhan infrastruktur ketenagalistrikan sampai dengan Juni 2020, perusahaan telah menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 1.285,2 Mega Watt (MW), jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 950,9 kilometer sirkuit (kms), dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 2.890 Mega Volt Ampere (MVA). 

Disisi lain, upaya efisiensi biaya operasional terus  dilakukan khususnya biaya pemakaian bahan bakar, untuk periode semester 1 tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode semester 1 tahun lalu, BPP semester 1 tahun 2020 adalah Rp1.368 per kWh yang lebih rendah Rp21 dibanding BPP di periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp1.389 per kWh. (RO/E-1)
 

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama gani

Harga Pangan Dorong Deflasi IHK Juli 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 23:29 WIB
Perkembangan ini dikatakan dipengaruhi oleh inflasi kelompok inti yang tetap rendah serta deflasi pada kelompok volatile...
Ist/Kementan

Kepala BPPSDMP Ajak Insan Pertanian Bangun BPP Kostratani

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 21:48 WIB
Dedi Nursyamsi juga mengingatkan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dunia sangatlah besar, termasuk untuk...
Antara/Fakhir Hermansyah

Modal Bukopin Kini Bertambah Rp838 Miliar

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 21:30 WIB
Bukopin menerbitkan saham baru sejumlah 4,660,763,499 saham baru kelas B, sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang diperoleh pada RUPS...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya