Rabu 29 Juli 2020, 07:31 WIB

WHO Tegaskan Pandemi Covid-19 Hanya Satu Gelombang Besar

Faustinus Nua | Internasional
WHO Tegaskan Pandemi Covid-19 Hanya Satu Gelombang Besar

Medcom
Ilustrasi covid-19

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (28/7), menggambarkan pandemi covid-19 sebagai satu gelombang besar, bukan virus musiman.

WHO memperingatkan sejumlah negara di belahan bumi utara untuk tidak merasa puas diri ketika memasuki musim panas. Pasalnya, infeksi virus korona ini tidak memiliki kecenderungan yang sama seperti virus influenza, mengikuti musim.

Para pejabat WHO berusaha menghindari menyebut kebangkitan kasus covid-19 seperti di Hong Kong dan negara lain sebagai "gelombang" baru. Sebab, hal itu menunjukkan virus berperilaku dengan cara di luar kendali manusia. Padahal upaya tindakan bersama yang dilakukan dengan seksama dapat memperlambat penyebarannya.

Baca juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Florida Tembus Angka 6 Ribu

"Kita berada di gelombang pertama. Ini akan menjadi satu gelombang besar. Ini akan naik dan turun sedikit. Yang terbaik adalah meratakannya dan mengubahnya menjadi sesuatu di bawah kendalimu," kata pejabat WHO Margaret Harris, seperti dilansir CNA.

Merujuk pada tingginya angka kasus baru di Amerika Serikat (AS) yang terjadi di musim panas ini, menggambarkan perilaku virus yang berbeda dengan virus musiman.

Dia mendesak kewaspadaan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan memperingatkan untuk menghindari kerumunan massa.

"Orang-orang masih memikirkan musim. Apa yang kita semua perlu lakukan adalah bahwa ini adalah virus baru dan ini berperilaku berbeda. Musim panas adalah masalah. Virus ini menyukai semua cuaca," imbuhnya.

Dia menambahkan memang ada keprihatinan terkait kasus covid-19 yang bertepatan dengan kasus influenza musiman selama musim dingin di belahan bumi selatan. Sehingga, badan kesehatan yang berbasis di Jenewa itu akan terus memantau dengan cermat.

Sejauh ini, katanya, sampel laboratorium tidak menunjukkan adanya jumlah kasus flu yang tinggi. Hal itu merupakan awal musim flu yang lebih lambat dari biasanya.

"Jika Anda memiliki peningkatan penyakit pernapasan saat Anda sudah memiliki beban penyakit pernapasan yang sangat tinggi, itu memberi lebih banyak tekanan pada sistem kesehatan," kata dia.

Margaret juga mendesak agar masyarakat perlu divaksinasi flu. Langkah tersebut sebagai bagian dari kewasapadaan bersama. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Ilmuwan Jepang Beralih ke Ulat Sutera untuk Vaksin Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:55 WIB
Profesor Universitas Kyushu, Takahiro Kusakabe, dan timnya sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin unik menggunakan ulat...
Antara

Rusia Tawarkan Pasok Vaksin Covid-19 ke Filipina

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:45 WIB
Rusia bersedia memasok vaksin virus korona (covid-19) ke Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara...
AFP/YONHAP

Banjir Korsel Akibatkan Puluhan Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 16:18 WIB
Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di Korsel telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah korban...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya