Selasa 28 Juli 2020, 20:00 WIB

Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit hingga Rp3,13 M

SITIYONA HUKMANA | Politik dan Hukum
Kekayaan Brigjen Prasetijo Melejit hingga Rp3,13 M

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (Kanan)

 

HARTA kekayaan tersangka pembuat surat palsu Brigjen Prasetijo Utomo melejit hingga Rp3,13 miliar. Harta Kekayaan eks Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri itu mulanya hanya Rp549 juta.

Namun, kepolisian belum menyelidiki ada atau tidak kejanggalan dari harta kekayaan Prasetyo. Aliran dana Prasetyo baru akan diusut. "Penyelidikan belum sampai ke sana (harta kekayaan), nanti bakal diselidiki tunggu saja," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada Medcom.id, hari ini.

Brigjen Prasetyo Utomo dua kali melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Hal itu tercatat di situs elhkpn.kpk.go.id. Laporan pertama dilakukan pada 12 Agustus 2011. Saat itu dia menjabat sebagai Kapolres Mojokerto, Jawa Timur.

Pada laporan pertama ini, Prasetyo tidak memiliki aset tanah dan bangunan. Alumni Akpol 1991 itu hanya memiliki satu unit Toyota Camry tahun 2011 yang berasal dari hasil sendiri dan hibah perolehan tahun 2011 dengan nilai jual Rp480 juta.

Baca juga: Usung Putri Ma'ruf Amin, PKS-Demokrat Berkoalisi di Tangsel

Kemudian, giro dan setara kas lainnya yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp69.738.763. Total harta kekayaan pada 2011 sebanyak Rp549.738.763.

Laporan kedua dilakukan pada 5 April 2019. Saat itu dia menjabat sebagai Kabag Kominter Set NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri.

Pada laporan kedua ini, Prasetyo melaporkan kepemilikan satu bidang tanah dan bangunan senilai Rp2,5 miliar. Tanah dan bangunan yang seluas 450 m2/300 m2 itu berada di Surabaya, Jawa Timur.

Jenderal bintang satu itu juga melaporkan kepemilikan satu unit Toyota Fortuner Jeep tahun 2017 senilai Rp480 juta serta aset berupa kas dan setara kas senilai Rp150 juta. Total harta kekayaan pada laporan 2019 sebanyak Rp3.130.000.000.

Brigjen Prasetijo telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan setelah melakukan gelar perkara. Ada sejumlah konstruksi hukum untuk menetapkan jenderal bintang satu itu sebagai tersangka.

Yakni, terbukti menerbitkan surat jalan palsu untuk buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking serta dirinya.

Kemudian, memerintahkan seorang dokter di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menerbitkan surat bebas covid-19 untuk buronan kelas kakap tersebut. Terakhir, memerintahkan Kompol Joni Andrianto membakar surat yang telah dipergunakan dalam perjalanan bersama Djoko Tjandra dan pengacaranya, Anita Kolopaking.

Prasetyo dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Membuat Surat Palsu, Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 ayat 1 KUHP tentang Pejabat yang Membiarkan Seseorang Melarikan Diri dan atau Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP tentang Menyembunyikan, Menolong untuk Menghindarkan Diri dari Penyidikan atau Penahanan.

"Brigjen Prasetyo Utomo terancam hukuman maksimal enam tahun penjara," tegas Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Senin, 27 Juli 2020. (Medcom.id/OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Galih Pradipta

Pidato Jokowi Diharap Pertegas Kebijakan Penanganan Covid-19

👤Anggitondi Martaon 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 09:58 WIB
Salah satu pidato yang akan disampaikan Jokowi yakni pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Jokowi Kenakan Baju Adat Sabu Raijua di Sidang Tahunan MPR

👤Nur Azizah 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 09:35 WIB
Baju bernuansa hitam emas itu berasal dari Nusa Tenggara Timur...
MI/BARY FATHAHILAH

Bawaslu Sulit Tindaklanjuti Politisasi SARA di Luar Masa Kampanye

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 09:28 WIB
Pada pemilu 2019, hanya ada empat kasus yang bisa sampai pada putusan pada pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht) dari sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya