Selasa 28 Juli 2020, 17:35 WIB

Nadiem Minta Maaf, Harap NU, Muhammadiyah, dan PGRI Gabung POP

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Nadiem Minta Maaf, Harap NU, Muhammadiyah, dan PGRI Gabung POP

MI/MOHAMAD IRFAN
Mendikbud Nadiem Makarim (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP). Sehingga kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna dan Tanoto Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam POP. Mereka menyambut baik saran tersebut. Sehingga , harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” kata Nadiem Makarim melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/7).

Baca juga: Komisi X DPR akan Panggil Nadiem Usai Masa Reses

Nadiem berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan – bahkan jauh sebelum negara ini berdiri, dapat kembali bergabung dalam POP.

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," ujar Nadiem.

Sementara itu, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri nantinya tidak wajib mematuhi semua persyaratan pelaporan keuangan yang sama yang diperlukan untuk Bantuan Pemerintah dan tetap diakui sebagai partisipan POP.

Namun, kendati tak memakai anggaran negara, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran yang digunakan antara lain Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter untuk SD dan SMP atau Instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.

“Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," tutup Nadiem.

Baca Juga

dok pribadi

Publik Dijaga, Publik Menjaga

👤RO/Micom 🕔Selasa 22 September 2020, 18:43 WIB
Masyarakatlah yang menjadi garda terdepan dalam memberikan perlawanan. Salah satu wujud dari perlawanan itu, ya disiplin menerapkan...
DOK KEMENSOS

Mensos Sapa Warga Natuna dan Pastikan Negara Hadir di Kawasan 3T

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 18:17 WIB
Mensos memastikan, kunjungan ke Natuna memang kunjungan yang pertama, namun bukan yang...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

PMI Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sukabumi

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 22 September 2020, 18:10 WIB
Palang Merah Indonesia mengirimkan 700 paket kebersihan (hygiene kits) ke lokasi terdampak banjir bandang, Kampung Pesawahan, Cicurug,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya