Selasa 21 Juli 2020, 15:32 WIB

Belum dapat Izin, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid

Kristiadi | Nusantara
Belum dapat Izin, Puluhan Siswa SD di Ciamis Belajar di Masjid

MI/Kristadi
Sejumlah siswa Kelas IV SDN 4 Kertasari telah melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara terbatas di Masjid Al Ikhlas, Ciamis.

 

Sejumlah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 4 Kertasari telah melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka secara terbatas berada di Masjid Al Ikhlas, lingkungan Citapen, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (21/7). Proses kegiatan dilakukan di masjid lantaran sekolahnya belum mendapatkan izin beroperasi sejak pandemi Covid-19.

Wali Kelas IV SDN 4 Kertasari, Yuyu Yuliana mengatakan, proses KBM secara terbatas itu baru dilakukannya satu kali pada tahun ajaran baru. Sebelumnya, proses pembelajaran hanya dilakukan secara daring tapi dari mereka tidak memiliki handpone tetapi pada tahun ajaran sekarang belum bisa tatap muka di sekolah karena aturannya masih secara daring dan luring.

"Dalam setiap pekan sekali, para guru harus melakukan tatap muka dengan siswa untuk memberikan materi pembelajaran, mengingat belajar secara daring yang dilakukannya tidak akan efektif kepada anak SD jika tetap digelar tanpa adanya tatap muka," katanya, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga: Sekolah akan kembali Tatap Muka

Yuyu mengatakan, proses tatap muka selama ini dilakukannya secara terbatas dari total 23 siswa kelas IV SDN 4 Kertasari dan sekolah juga membaginya menjadi tiga kelompok yang didasarkan kepada zonasi tempat tinggal dan setiap kelompok berjumlah 7-8 siswa. Namun, dalam KBM tatap muka juga tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Kegiatan yang dilakukannya di masjid semua itu harus menerapkan protokol kesehatan agar para siswa lebih memahami termasuknya bisa meminimalisir penyebaran virus korona. Akan tetapi, selama itu tetap dilakukannya supaya para orang tua juga bisa membekali anaknya berupa masker dan harus sering kali mencuci tangan," ujarnya.

Menurutnya, dari tiga kelompok yang dibagi salah satunya melakukan proses tatap muka terbatas di lingkungan masjid. Sementara dua kelompok lainnya memilih di rumah salah satu siswa hingga penentuan lokasi sepenuhnya itu ditentukan oleh musyawarah orang tua siswa dan Wali kelas tinggal datang ke lokasi yang telah disepakati untuk memberikan materi.

Baca Juga: Orangtua Boleh Tolak Belajar Tatap Muka

"Proses tatap muka yang dilakukan selama ini memberikan materi pembelajaran terutama yang sulit diajarkan secara daring. Kalau untuk materi yang perlu penjelasan, memang harus dilakukannya secara tatap muka tetapi dalam proses pembelajaran secara daring dan luring hanya dilakukan di luar lingkungan sekolah tak efektif dilakukan pada para siswa dan proses belajar juga tak semua siswa dapat langsung memahami materi pelajaran yang diberikan tanpa ada penjelasan langsung," paparnya.

Dia mengungkapkan, penyebaran virus korona selama ini belum teratasinya pandemi Covid-19 membuat kegiatan di sekolah masih belum diizinkan kembali dibuka dan mau tidak mau, segala cara harus dilakukan agar anak tetap dapat belajar dengan cara tak mengorbankan keselamatan siswa. "Kita sih inginnya kembali ke sekolah, tetapi aturan pemerintah masih belum boleh dan selama ini masih mengikuti aturan dan yang terpenting proses belajar bisa terlaksana," pungkasnya. (AD/OL-10)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

PMI Internasional Bantu APD Covid-19 Untuk Lapas di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Kamis 26 November 2020, 09:34 WIB
Komite Internasional Palang Merah memberikan bantuan alat kesehatan pencegahan (APD) Covid-19 kepada sejumlah lembaga pemasyarakatan...
MI/Agus Utantoro

GP Ansor dan Banser DIY Tolak Radikalisme dan Intoleransi

👤Agus Utantoro 🕔Kamis 26 November 2020, 09:31 WIB
"GP Ansor DIY tidak mau NKRI terpecah belah oleh orang-orang yang  berpikir pragmatis dan kelompok-kelompok garis keras dan...
MI/Apul Iskandar

Pemkot Pematangsiantar Bentuk Tim Desk Pilkada

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 26 November 2020, 09:18 WIB
Pemkot Pematangsiantar membentuk Tim Desk untuk melakukan pemantauan, inventarisasi dan mengantisipasi permasalahan selama pilkada yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya