Senin 20 Juli 2020, 11:14 WIB

Vaksin Covid-19 Tiba di Bandung, Unpad Langsung Uji Klinis

Bayu Anggoro | Humaniora
Vaksin Covid-19 Tiba di Bandung, Unpad Langsung Uji Klinis

Ist
Vaksin covid-19 telah tiba di Indonesia dan akan dilakukan uji klinis oleh Bio Farma dan FK Unpad.

 

VAKSIN covid-19 asal Tiongkok sudah tiba di PT Bio Farma, Bandung untuk selanjutnya diujicobakan kepada 1.620 warga di Bandung.

Head of Corporate Communications PT Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan vaksin hasil pengembangan Sinovac Tiongkok itu sudah diterima pada Minggu (19/7).

"Ya betul, sudah tiba di Bio Farma kemarin," kata Iwan saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Baca juga: FKUI Minta Pemprov DKI Tunda Pembukaan Bioskop

Namun, Iwan tidak merinci mengenai langkah lanjutan dari uji klinis yang akan dilakukan pihaknya bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran tersebut.

"Untuk informasi selanjutnya nanti kami sampaikan," katanya.

Ketua tim uji coba vaksin covid-19 FK Unpad Kusnandi Rusmil memastikan pihaknya akan langsung menguji klinis vaksin tersebut.

Menurutnya, rencana kerja terkait uji klinis itu sudah disetujui komite etik yang terdiri dari pakar seperti tim ahli dari Litbangkes dan BPOM.

Pihaknya akan langsung mengujicobakan vaksin tersebut kepada 1.620 subjek yang semuanya merupakan warga Bandung.

Dia menjelaskan uji klinis yang akan dilakukannya ini merupakan fase III. Adapun fase I dan II sudah dilakukan di Tiongkok dan dipastikan berhasil.

"Makanya sekarang lanjutannya, fase III. Fase III ini juga dilakukan di Brasil, India, dan Bangladesh," ujarnya.

Profesor ilmu kedokteran itu menambahkan alasan penentuan jumlah  subyek yang akan diujicobakan sudah sesuai dengan teori ilmiah yang ada.

Pada uji coba fase I, menurutnya, dilakukan terhadap sekitar 50-100 subyek dan semuanya berhasil.

"Pada fase II, uji cobanya dilakukan terhadap 400 subyek. Jadi, sekarang (fase III) kami akan mengujicobakannya kepada 1.620 subyek," jelasnya

Uji coba fase III terhadap vaksin yang berasal dari virus yang sudah dimatikan itu, menurut dia, bisa memakan waktu sekitar 9 bulan.

"Jadi kalau kita produksi vaksin sendiri, akan makan waktu lebih banyak lagi. Sedangkan kita kan ingin vaksin covid-19 ini segera ditemukan," ujarnya.

Dia optimistis uji coba ini akan berhasil. Terlebih, Kusnandi bersama timnya di FK Unpad sudah berpengalaman dalam pengujian vaksin terutama yang diproduksi PT Biofarma.

"Kami sudah lebih dari 30 tahun menguji coba vaksin dan biasanya berhasil," ujar dia.

Terlebih, antivirus asal Tiongkok ini sudah berhasil dalam uji coba fase I dan II yang semuanya dilakukan di 'Negeri Tirai Bambu' tersebut.

"Fase I  sudah selesai. Berdasarkan laporan, fase II hampir selesai," ucapnya.

Sehingga, tambah dia, pengetesan yang akan dilakukannya merupakan lanjutan atau fase III untuk lebih memastikan apakah ramuan tersebut berhasil atau tidak.

"Kalau kita produksi vaksin sendiri, berarti harus  melewati uji coba fase I dan II. Itu akan memakan waktu yang lebih lama lagi," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

FSGI Minta Porsi Kuota Umum untuk PJJ Daring Diperbanyak

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 27 September 2020, 20:03 WIB
Aplikasi yang terakomodasi dalam kuota belajar masih sangat sedikit dan tergolong jarang digunakan oleh guru dan siswa dalam melakukan...
Antara/Hafiz Mubarak A

Besok, Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi Prioritas Diumumkan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 27 September 2020, 19:41 WIB
Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan dan Doni Monardo untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam menangani...
ANTARA/BASRI MARZUKI

Berita Potensi Tsunami, BMKG Imbau Masyarakat Tak Panik

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 27 September 2020, 19:35 WIB
Informasi mengenai potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli sebenarnya ditujukan sebagai acuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya