Sabtu 18 Juli 2020, 14:25 WIB

Tim Tabur Kejagung Minim Info Buron Joko S Tjandra

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Tim Tabur Kejagung Minim Info Buron Joko S Tjandra

MI/M Soleh
Terpidana Joko S Tjandra saat memasuki PN Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

 

KENDATI infomasi hilir mudiknya terpidana Joko S Tjandra ke Indonesia viral, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku belum tahu soal tersebut. Alhasil, buronan terpidana dua tahun kasus cessie Bank Bali ini tidak kunjung dibekuk.

"Tidak pura-pura tidak tahu lah, ya artinya apa kita tahu sebelum rame kita punya tim tabur yang terus bergerak (memburu Joko S Tjandra). Dengan informasi kita dapat kalau tahu kita tangkap bahkan saat mengajukan PK," kata Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Hari Setiyono pada diskusi virtual bertajuk Ironi Djoko Tjandra dan Tim Pemburu Koruptor, Sabtu (18/7).

Pada diskusi selama dua jam sejak 10:00 hingga 12:00 WIB ini hadir pula mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Khairul Imam, Anggota Komisi III DPR sekaligus mantan Wakapolri Adang Daradjatun, Anggota Kompolnas Poengky Indarti, Koordinator MAKI Boyamin Saiman dan Pakar Hukum Universitas Al Azhar Suparji Ahmad.

Menurut dia, Kejaksaan Agung telah menerjunkan Tim Tabur untuk menangkap para buronan termasuk Joko Tjandra. Upaya ini telah lama dilakukan, bahkan sebelum isu keberadaan Joko S Tjandra di Indonesia tersebar luas.

Sayangnya, kata dia, tim belum mendapat informasi kuat sebagai landasan untuk menangkapnya. Akibatnya hingga saat ini Joko Tjandra belum dapat dieksekusi untuk vonis yang menjeratnya dua tahun penjara.

Baca Juga: Menkes Bantah Ada Bisnis Covid-19 di Rumah Sakit

Ia pun mengakui Tim Tabur Kejaksaan Agung belum mampu membawa Djoko Tjandra. "Bekerja memantau kan belum tentu tahu kalau tahu pasti kita tangkap," jelasnya.

Mengenai informasi terbaru bahwa Joko Tjandra telah keluar dari Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma menuju Kuala Lumpur, Malaysia dengan menyewa pesawat pribadi menjadi atensi Kejaksaan Agung.

"Informasi itu benar atau tidak rasanya kita belum tahu termasuk surat sakitnya dia. Jaksa eksekutor tengah mendalaminya dan kami optimis dapat segera mengeksekusinya," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Interpol Hapus Red Notice Joko Tjandra, Polri Tuding Kejaksaan

Baca Juga

Antara

Pimpinan MPR Menanti Harapan dari Pidato Presiden

👤Henri Siagian 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 08:25 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai pelaksanaan Sidang Tahunan tersebut merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat...
ANTARA/Galih Pradipta

Dewas Diminta Dalami Maksud Pembantaran Penahanan Rahmat Yasin

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 08:16 WIB
Alasan pembantaran penahanan Rachmat hanya karena ingin menikahkan anaknya tidak masuk akal. Pembantaran penahanan hanya bisa dilakukan...
MI

Sidang Tahunan MPR Siap Digelar dengan Protokol Kesehatan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 08:10 WIB
Semua yang mau masuk ruang sidang wajib melalukan swab...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya