Kamis 16 Juli 2020, 20:34 WIB

Hemat Gas Rp1,5 Triliun, Pusri Bangun Pabrik Pusri IIIB

Dwi Apriani | Nusantara
Hemat Gas Rp1,5 Triliun, Pusri Bangun Pabrik Pusri IIIB

MI/Dwi Apriani
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro mengecek lokasi pembangunan Pabrik Pusri III B.

 

UNTUK meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan untuk menjadi perusahaan agroindustri yang unggul, PT Pupuk Sriwijaya (PT Pusri) Palembang membangun pabrik Pusri III B yang dimulai pertengahan 2021.

Menurut Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro, pembangunan Pabrik Pusri IIIB ini merupakan proyek revitalisasi untuk mengganti pabrik lama, yaitu Pabrik Pusri-III dan Pusri-IV, yang berteknologi lama serta boros penggunaan energinya.

Dotargetkan kapasitas produksi Pabrik Pusri IIIB sebesar 2.000 ton amoniak per hari atau 660.000 ton per tahun. Sedangkan produksi urea mencapai 3.500 ton per hari atau 1.155.000 ton per tahun.

"Pelaksanaan Pembangunan Pabrik Pusri IIIB di Sumsel ini telah mendapat dukungan pemerintah melalui Kementerian BUMN dengan target mulai konstruksi di pertengahan tahun 2021 dan mulai berproduksi di tahun 2024," kata Mulyono, Kamis (16/7).

Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri III dan Pusri IV (existing), teknologi yang digunakan pada Pabrik Pusri IIIB merupakan teknologi yang lebih ramah lingkungan dapat menghemat konsumsi gas bumi sebesar 10 MMBTUper ton urea, sehingga diharapkan dapat menghemat biaya gas hingga Rp 1,5 triliun per tahun.

"Dengan beroperasinya Pabrik Pusri-IIIB nantinya, diharapkan dapat menghasilkan dampak penurunan harga pupuk, sehingga harganya jadi lebih terjangkau bagi Petani dan konsumen dalam negeri lainnya," jelasnya.

Selain itu, PT Pusri yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas dalam hal prioritas ketersediaan pasokan gas bumi.

Baca juga :10 Pembangkit Listrik Diresmikan Secara Daring

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku gas seluruh pabrik, saat ini Pusri telah mendapat jaminan gas bumi untuk kurun waktu 10 sampai 20 tahun ke depan.

Mulyono menjelaskan dengan pembangunan Pabrik Pusri IIIB ini, diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan produksi pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan menstimulus pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Sumsel.

Pembangunan Pabrik Pusri IIIB ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja yang diperkirakan mampu menyedot sekitar 10.000 tenaga kerja baru selama konstruksi proyek berlangsung. Disamping itu, juga menjadi kesempatan transfer pengetahuan kepada anak bangsa di masa yang akan datang.

"Untuk itu, Pusri mengharapkan dukungan dari semua stakeholders, khususnya support pemerintah Sumatera Selatan agar program revitalisasi ini bisa berjalan lancar. Karena keberadaan Pusri tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan provinsi Sumsel, demi mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkasnya. (OL-2)

Baca Juga

DOK MI

Perawat Pasien Covid-19 di RSUD Nagan Raya Tuntut Kejelasan Upah

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 01:58 WIB
Salah satu penyebab aksi protes terkait upah yang dituntut sebesar Rp7,5 juta per bulan sesuai dengan Permenkes terkait upah/gaji perawat...
DOK MI

Pejabat Positif Covid, Pegawai Dinkes Aceh Besar Jalani Swab Test

👤Antara 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 01:47 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar terus merupaya memutus mata rantai penyebaran virus...
MI/Akhmad Safuan

Bupati Pemalang dan Dua Pejabat Sembuh dari Covid-19

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 00:53 WIB
Junaedi melanjutkan dirinya sudah melakukan aktivitas seperti biasa. Ia mengaku segar bugar seperti pada saat dirawat di rumah sakit karena...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya