Kamis 16 Juli 2020, 08:45 WIB

Pak Gubernur, Uang Anda Rp170 T Masih Nganggur di Bank Lho

Raja Suhud | Ekonomi
Pak Gubernur, Uang Anda Rp170 T Masih Nganggur di Bank Lho

Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semester I 2020.
  
"Perlu saya ingatkan, uang Pemda yang ada di bank itu masih Rp170 triliun, gede sekali ini. Saya sekarang cek harian, kementerian saya cek
harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Rabu sebagaimana dikutip dari laman www.setkab.go.id.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam arahannya kepada para gubernur mengenai percepatan penyerapan APBD 2020.
  
"Saya ulang lagi, ini tidak ada peningkatan, saya baca semuanya sekarang. Kementerian ini berapa persen, belanja modalnya baru berapa
persen. Harian pun sekarang ini saya pegang, provinsi, kabupaten, dan kota. Saya berikan contoh, misalnya realisasi APBD untuk provinsi, saya bacakan," tambah Presiden.
  
Presiden pun membacakan realisasi APBD masing-masing provinsi mulai dari yang penyerapan anggarannya paling tinggi.
  
  1. DKI Jakarta 45 persen;
  2. Nusa Tenggara Barat, 44 persen;
  3. Sumatra Barat, 44 persen;
  4. Gorontalo, 43 persen;
  5. Kalimantan Selatan, 43 persen;
  6. Bali, 39 persen;
  7. Kalimantan Tengah, 38 persen;
  8. Banten, 37 persen;
  9. Kepulauan Riau, 35 persen;
  10. Sulawesi Selatan, 34 persen;
  11. Lampung, 32 persen;
  12. Papua Barat, 32 persen;
  13. Kalimantan Utara, 31 persen;
  14. Bangka Belitung, 31 persen;
  15. Kalimantan Timur, 31 persen;
  16. Jawa Timur, 30 persen;
  17. Sulawesi Utara, 29 persen;
  18. Jambi, 28 persen;
  19. Bengkulu, 27 persen;
  20. Sulawesi Tengah, 27 persen;
  21. DI. Yogyakarta, 27 persen;
  22. Jawa Tengah, 27 persen;
  23. Riau, 27 persen;
  24. Sumatra Utara, 25 persen;
  25. Jawa Barat, 24 persen;
  26. Sulawesi Barat, 24 persen;
  27. Aceh, 23 persen;
  28. Kalimantan Barat, 22 persen;
  29. Maluku, 21 persen;
  30. Nusa Tenggara Timur, 21 persen;
  31. Maluku Utara, 17 persen;
  32. Papua, 17 persen;
  33. Sulawesi Tenggara, 16 persen;
  34. Sumatra Selatan, 16 persen.
  
"Ini secara total, itu belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Tetapi kalau kita lihat, ini yang menggerakkan, yang paling menggerakkan dari belanja-belanja itu adalah belanja modal karena yang pegawai itu rutin," tambah Presiden.
  
Presiden Jokowi pun menyebutkan provinsi-provinsi yang belanja modalnya masih rendah.
  
"Belanja modal coba kita lihat, Sumatra Selatan, hati-hati, masih 1,4 (persen), ini sudah bulan Juli, belanja modalnya. Sulawesi Tenggara,
belanja modal 5,6 (persen). Papua, 4,8 (persen). Maluku Utara, 10,3 (persen). NTT, 19,6 (persen) ini belanja modal. Kalimantan Barat, 5,5
persen, belanja modal. Aceh, 8,9 (persen), belanja modal. Masih rendah-rendah sekali, hati-hati,"tambah Presiden.
  
Artinya dengan belanja modal yang rendah, birokrasi tidak ikut berperan dalam menjalankan roda perekonomian daerah.
  
"Birokrasi harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya. Ini yang juga kemarin saya ingatkan kepada menteri," tegas Presiden. (Ant/E-1)

Baca Juga

MI/Permana

CEO Jouska Minta Waktu Untuk Ganti Kerugian Klien

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:43 WIB
Aakar Abyasa telah mengirimkan surat elektronik kepada klien yang merasa dirugikan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen...
Ist/Kementan

Petani Jagung di NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:39 WIB
Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang...
Ilustrasi

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Dilantik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:43 WIB
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK dilantik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya