Kamis 16 Juli 2020, 05:22 WIB

BRI Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi melalui Kebangkitan UMKM

S2-25 | Ekonomi
BRI Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi melalui Kebangkitan UMKM

MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi

 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sejumlah langkah nyata yang difokuskan pada upaya penyelamatan dan recovery usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari tekanan dampak pandemi covid-19.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, upaya menyelamatkan UMKM agar kembali bangkit menjadi hal yang penting karena segmen ini memiliki peran penting terhadap perekonomian. Sebanyak 99,99% entitas bisnis di Indonesia berada di segmen UMKM. UMKM juga memberi andil signifikan karena menyerap 97% tenaga kerja atau sekitar 116,97 juta orang.

“UMKM kita sekarang itu slowdown dan ada yang shutdown karena interaksi masyarakat berkurang, sehingga aktivitas ekonomi berkurang
dan semua menjadi menurun, daya beli menurun, kembali ke konsumsi dasar. BRI mengambil langkah, meski kita tidak tahu krisis ini berakhir kapan, jangan sampai kita kekurangan pangan. Kita dorong lewat jalur pangan,” kata Sunarso dalam diskusi daring CORE Economic Forum 2020 bertajuk ‘Langkah Penting Perbankan dalam Mendorong Bisnis UMKM di Masa Pandemi’, Rabu (15/7).

Menurut Sunarso, Bank BRI berupaya mempercepat pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit yang difokuskan untuk sektor pangan dan menyasar segmen UMKM. Harapannya, ini menjadi pengungkit bagi bergeraknya sektor riil, seperti distribusi, transportasi, dan perdagangan.

“Roda ini harus dikembalikan ke putaran normal, dipicu pada sektor pangan. UMKM itu lebih membutuhkan edukasi dan pendampingan supaya mereka bisa menjadi mitra lembaga keuangan secara setara. Maka mari kita mengelola UMKM dengan baik dan benar,” jelasnya.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menambahkan, pandemi covid-19 menyebabkan banyak aktivitas ekonomi dan masyarakat terganggu. Di sisi lain, aktivitas ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan menjadi terkendala, dan dunia usaha menghadapi gangguan cashflow atau likuiditas.

“Sinergi antarpemangku kepentingan atau pelaku-pelaku utama perekonomian benar-benar perlu dikonsolidasikan. Kondisi krisis kita saat ini bukan semata-mata butuh bantuan modal. Kita butuh satu program konkret, kalau masih mengakui UMKM ini adalah tiang utama ekonomi kita,” papar Enny.

Di lain sisi, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter A Redjalam menga- takan, menjaga ketahanan dan keberlangsungan dunia usaha (sektor riil) sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan menjadi penentu keberhasilan dalam menghindari terjadinya krisis.

“Kebijakan restrukturisasi (kredit) ini membantu dunia usaha sekaligus membantu sektor keuangan. Cakupan kebijakan pemerintah sudah luas. Perlu adanya sinergi, bahu membahu menjaga dunia usaha dan sektor keuangan, sinergi antarlembaga mutlak diperlukan,” tukas Piter.

Langkah restrukturisasi kredit menjadi salah satu upaya nyata Bank BRI terhadap penyelamatan UMKM yang terkena dampak pandemi virus korona. Hal ini sebagai tindak lanjut POJK No 11 Tahun 2020. Sejak 16 Maret hingga 6 Juli 2020, Bank BRI telah merestrukturisasi kredit pelaku usaha yang terdampak wabah covid-19 sebanyak 2,88 juta debitur dengan total kredit yang direstrukturisasi mencapai Rp177,304 triliun.

Pada 24 Juni 2020, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank BRI mendapatkan penempatan Rp10 triliun. (S2-25)

Baca Juga

Antara/Fakhri Hermansyah

Menhub: Transportasi Unsur Penting dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:56 WIB
Sebab, kegiatan manusia dan ekonomi harus tetap berjalan di tengah pandemi covid-19. Oleh karena itu, peran transportais harus diperbaiki...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Wapres: Birokrasi Lamban Jadi Penghambat Serapan Anggaran PEN

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Persoalan yang dialami di birokrasi antara lain lambannya proses perencanaan dan penganggaran, data yang tidak akurat, hingga keterlambatan...
DOK KEMENTAN

Kepala BPPSDMP Minta Seluruh Insan Pertanian Dukung Kostratani

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Dedi menegaskan jika saat ini pertanian pun sudah masuk dalam industri 4.0, tidak kenal waktu, dan tidak kenal...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya