Kamis 16 Juli 2020, 05:05 WIB

Pelanggar Protokol Diatur Inpres

Pra/Fer/X-10 | Humaniora
Pelanggar Protokol Diatur Inpres

ANTARA/WAHYU PUTRO A
Anggota komunitas pecinta Trans-Jakarta berbaju hazmat membawa poster berisi informasi covid-19 di Halte Harmoni, Jakarta, kemarin.

 

PEMERINTAH saat ini sedang menyiapkan regulasi berupa instruksi presiden (inpres) sebagai payung hukum pemberian sanksi terhadap masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan di ruang publik.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai mengikuti rapat internal bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

“Presiden sedang menyiapkan instruksi presiden sebagai penguatan dasar hukum untuk sanksi,” ujar Ridwan.

Ia pun mengaku sangat mendukung kebijakan itu karena sedianya wacana terkait pemberian sanksi memang diusulkan oleh pemerintah daerah.

Di Jawa Barat, ujar Ridwan, pemerintah provinsi sudah menghitung besaran sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelanggar.

“Itu sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Itu ditujukan untuk yang tidak pakai masker di ruang publik, kecuali sedang pidato, makan. Itu nanti diperkuat oleh inpres yang mudah-mudahan minggu ini keluar,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa juga menyetujui dimunculkannya kebijakan tersebut.

“Memang seyogianya ada sanksi, entah itu denda atau administrasi. Kita ingin ada proses peningkatan kedisiplinan masyarakat,” ucap Khofifah.

Di tengah upaya membuka kembali kegiatan ekonomi, kedisiplinan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan tidak bisa lagi diganggu gugat. “Jadi, pergerakan ekonomi bisa berjalan dan covid-19 bisa dikendalikan,” tandasnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah konfirmasi positif covid-19 kemarin bertambah 1.522 orang sehingga totalnya menjadi 80.094 orang. Pasien yang sembuh bertambah 1.414 orang sehingga totalnya menjadi 39.050 orang, sedangkan yang meninggal bertambah 87 orang sehingga jumlah totalnya menjadi 3.797 orang.

Yurianto menjelaskan angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, tetapi ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi. Namun, ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

“Jawa Tengah hari ini melaporkan 261 kasus baru dan 120 sembuh, kemudian DKI Jakarta 260 kasus baru dengan 193 sembuh. Jawa Timur kasus baru 165 dan sembuh 521, Sulawesi Selatan 158 kasus baru dan 113 sembuh. Kalimantan Selatan 109 kasus baru dan 41 sembuh,” jelas Yuri. (Pra/Fer/X-10)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Izinkan KBM di Zona Kuning dan Hijau

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:01 WIB
Pemerintah memutuskan untuk memberikan izin kepada satuan pendidikan di zona kuning dan hijau melaksanakan kembali aktivitas belajar...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Pengamat: Tingkatkan Efektivitas PPJ, Bukan Tatap Muka

👤Ferdian Ananda M 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:55 WIB
Menurut Indra Charismiadji, Indonesia belum mau belajar dan mau menyesuaikan kebijakannya agar membuat PJJ daring lebih...
ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA

Wagub : Kebutuhan Seribu Kantong Darah, Stok PMI Hanya 200

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Akibat pandemi covid-19, ketersediaan kantong darah di Palang Merah Indonesia menjadi sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya