Kamis 16 Juli 2020, 07:25 WIB

Sektor Usaha dan Stabilitas Keuangan Kunci Utama Hindari Krisis

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Sektor Usaha dan Stabilitas Keuangan Kunci Utama Hindari Krisis

Dok. Pri
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah

 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah Redjalam  mengatakan penentu keberhasilan menghindari terjadinya krisis adalah dengan menjaga ketahanan dan keberlangsungan dunia usaha (sektor riil)  serta stabilitas sektor keuangan menjadi penentu keberhasilan menghindari terjadinya krisis.

Hal itu juga sekaligus menjadi kunci mempersiapkan pemulihan dengan cepat ketika wabah berlalu.

"Keberlangsungan sektor usaha dan stabilitas sektor keuangan menjadi kunci fokus kita dalam menangani wabah covid," kata Piter saat webinar Langkah Penting Perbankan Dalam Mendorong Bisnis UMKM Di Masa Pandemi dari CORE Indonesia, Rabu (15/7).

Menurutunya, wabah covid membuat terbatasnya aktifitas ekonomi tidak hanya kebijakan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tanpa PSBB aktifitas ekonomi akan tetap terbatasi.

Sebagai contoh saat kebijakan PSBB tetapi sebagian masyarakat tetap membatasi aktivitasnya. Banyak masyarakat yang dengan kesadaran diri melakukan pembatasan aktivitas sosial seperti tidak keluar rumah dan melakukan aktivitas dari rumah karena sangat menjaga risiko terhadap wabah covid ini.

Sehingga dengan kebijakan pembatasan atau tanpa pembatasan, aktivitas sosial dan ekonomi akan tetap terbatasi.  Akibatnya dunia usaha atau sektor riil   mengalami dampak langsung  yakni pada cashflow. Mengingat banyak pengusaha yang tutup atau jumlah pembeli atau pengunjung berkurang.

Karena covid berdampak pada aliran aktivitas sosial, aliran barang, dan berdampak pada aliran uang. Sehingga yang terjadi pada sektor riil mengalami dampak paling besar dari cashflow.

Pendapatan masyarakat berkurang sementara pengeluaran tetap tinggi karena harus tetap membayar kebutuhan, sewa dan lainnya.

"Cashflow tekanan yang sangat luar biasa, akibatnya kalau dibiarkan risikonya tidak mampu lagi membayar cicilan pokok dan bunga bank artinya disektor bank terjadi kredit macet dan ini jika dibiarkan terjadinya resiko krisis," ujar Piter.

"Sehingga dampak wabah covid ini bagaimana ini transmisi kan mulai dari wabah covid, terbatas aktifitas ekonomi, yang berujung pada defisit yang berpotensi terjadi kredit macet yang kalau tidak ditangani dengan baik maka akan berujung pada resiko pada krisis keuangan dan ekonomi," imbuhnya.

Menurutnya, penanganan wabah dan pemulihan ekonomi harus berjalan bersama tidak bisa penyelesaian berjalan sendiri-sendiri. karena wabah covid tidak bisa dipastikan kapan selesainya. (E-1)

Baca Juga

DOK BNI SYARIAH

Bhakti BNI Syariah Lindungi Pesantren dari Covid-19

👤Dro/S1-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:57 WIB
BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan hasanah way, yakni terus menerus berupaya untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (hasanah)...
Ist

Amar Bank Raih Best Places to Work 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:57 WIB
Penghargaan Best Places to Work 2020 menggunakan metodologi penilaian mulai dari survei terhadap seluruh karyawan, penilaian dari SDM...
DOK MI

Pelayaran Internasional Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Berjalan

👤Widhoroso 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 01:11 WIB
Pada semester I 2020, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok pada periode Januari-Juni tercatat sebanyak 2,99 juta TEUs, atau turun 7,7...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya