Rabu 15 Juli 2020, 16:56 WIB

Banjir Luwu Utara: 19 Meninggal, Ribuan Warga Dievakasi

Lina Herlina | Nusantara
Banjir Luwu Utara: 19 Meninggal, Ribuan Warga Dievakasi

ANTARA/ABRIAWAN ABHE
Sebuah mobil terseret banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020)

 

Ribuan warga yang berada di lokasi dan rawan banjir di Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dievakuasi dan pindahkan ke tempat-tempat atau lokasi yang aman untuk sementara waktu. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (15/7).

Tim SAR kembali berhasil menemukan dua korban banjir yang sudah tidak bernyawa di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Yang satu atas nama Yanti, sementara yang lainnya masih dalam proses identifikasi. Alhasil total korban meninggal akibat banjir bandang berjumlah 19 orang.

"Saat ini, tim SAR gabungan juga masih melakukan pencarian puluhan orang yang dinyatakan hilang. Termasuk alat berat juga tetap stand by di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pembersihan jalur Tans Sulawesi, yang masih penuh lumpur, yang didatangkan dari daerah tetangga, Palopo, Luwu, dan Luwu Timur," kata Sudirman, Rabu (15/7).

Ia juga menyebutkan jika data warga hilang terus diperbarui dengan mengumpulkan data dari tingkat RT/RW, sembari mencari korban yang sudah dilaporkan di posko induk penanggulangan bencana banjir Luwu Utara.

Baca juga: Suhu Global 5 Tahun Kedepan, Cenderung 1º C di Atas Pra Industri

"Kita juga dari Pemerintah Provinsi Sulsel, sudah ada bantuan untuk beberapa logistik berupa kebutuhan pokok. Kemudian beberapa kita bantu juga untuk tenda pengungsian. Kita juga turunkan tim untuk membantu melakukan evakuasi. BPBD juga sudah di lokasi," lanjutnya.

Terkait bantuan selain logistik atau berupa data tanggap darurat, kata Sudirman, pihaknya mengaku masih menunggu Pemda Luwu Utara menginventarisir semuanya, karena Pemprov Sulsel dipastikan akan membantu.

Sebelumnya, Kepala BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar menyebutkan, jika melihat kondisi banjir yang berdampak di enam kecamatan dan mengakibatkan ratusan rumah rusak, dan ribuan jiwa terdampak, maka kerugian ditaksir triliunan rupiah. "Tapi kita masih inventarisir," tukasnya.

Sementara itu, terkait banyak rumah yang hanyut dan rusak karena berlokasi di bantaran sungai, sehingga ada kemungkinan untuk merelokasi warga di sana.

"Tim dari kehutanan kita juga sedang melakukan rapat intens, untuk menganalisia tentang seperti apa simulasi sebenarnya kejadian banjir kemarin. Kemudian bagaimana potensi ke depannya, termasuk pemukiman-pemukiman yang ada di sana. Nanti hasil kajian mereka itu akan dijadikan bahan atau dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan," tutup Sudirman. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Riau Segera Terbitkan Perda Penegakan Hukum Protokol Covid-19

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:53 WIB
Rencana untuk mengeluarkan Perda penegakan hukum protokol kesehatan di Riau telah disetujui oleh DPRD. Dalam waku dekat aturan ini akan...
ANTARA

Jatim Uji Coba KBM Tatap Muka Pada 18 Agustus

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:21 WIB
Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka. Diantaranya harus mendapat persetujuan dari gugus...
ANTARA/Umarul Faruq

Jatim Masukkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Dalam Perda

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:06 WIB
Perubahan Perda tersebut akan menjadi payung hukum bagi peraturan bupati dan wali kota dalam rangka penyelenggaraan ketentraman dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya