Rabu 15 Juli 2020, 16:40 WIB

Maret 2020, Penduduk Miskin Indonesia Naik Jadi 26,42 Juta Orang

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Maret 2020, Penduduk Miskin Indonesia Naik Jadi 26,42 Juta Orang

MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,42 juta orang dari total populasi pada Maret 2020. Jumlah itu naik 1,63 juta orang dari total populasi di September 2019.

"Pada Maret 2020 hasil survei BPS menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin mengalami kenaikan dari 9,22% di September 2019 ke 9,78% pada Maret 2020 atau setara 26,42 juta penduduk miskin," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (15/7).

Baca juga: Banggar Minta 4 Juta Usaha Ultra Mikro Diperhatikan

Ia menambahkan, disparitas tingkat kemiskinan di perkotaan dan pedesaan masih tinggi. Persentase kemiskinan penduduk di pedesaan selalu lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk perkotaan.

Pada Maret 2020 persentase penduduk miskin di pedesaan mencapai 12,82%, naik dari persentase pada September 2019 di level 12,60%. Demikian pula dengan penduduk perkotaan, tercatat pada Maret 2020 persentase kemiskinannya mencapai 7,38%, lebih tinggi dibanding September 2019 yang sebesar 6,56%.

"Kalau kita pilah menurut daerah kota dan pedesaan, memang masih ada disparitas yang cukup tinggi. Kemiskinan di desa persentasenya selalu tinggi dibanding di daerah kota," jelas Suhariyanto.

Ia melanjutkan, garis kemiskinan pada Maret 2020 berada di nominal Rp454.652 per bulan. Dengan kata lain, penduduk yang pengeluarannya berada di bawah angka tersebut merupakan penduduk berkategori miskin.

BPS mencatat dengan nilai garis kemiskinan tersebut, 73,86% didominasi oleh pengeluaran untuk makanan. Porsi tersebut tidak berubah bila dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beras menjadi salah satu komoditas yang menyumbang pengeluaran terbesar.

"Menurut komoditas, beras merupakan komoditas yang menyumbang paling tinggi kepada garis kemiskinan, di kota 20,27% di desa 25,31%. Komoditas kedua adalah rokok kretek filter kemudian telur ayam ras yang memang mengalami kenaikan dari September 2019 hingga Maret 2020," tutur pria yang karib disapa Kecuk tersebut.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, 22 diantaranya mengalami kenaikan persentase kemiskinan. DKI Jakarta menjadi yang paling tinggi hingga 1,11% poin dari September 2019 sebesar 3,42% menjadi 4,53%.

Sedangkan, Sulawesi Tengah menjadi provinsi yang mengalami tingkat penurunan kemiskinan tertinggi yakni 0,26% poin. Sebelumnya pada September 2019 tingkat kemiskinannya mencapai 13,18% dan pada Maret 2020 menjadi 12,92%.

Begitu pula dengan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks kepadahan kemiskinan. Kecuk menyebutkan, tejadi peningkatan pada indeks kedalaman kemiskinan hingga 0,11 poin menjadi 1,61 di Maret 2020. Sama halnya dengan indeks keparahan kemiskinan yang meningkat dari 0,36 di September 2019 menjadi 0,38 di Maret 2020.

"Kalau dia semakin dalam indeks kedalaman kemiskinannya, maka upaya mengentaskan kemiskinan semakin berat. Dan keparahan kemiskinan lebih menunjukkan ketimpangan penduduk miskin. Dan ini terjadi di kota maupun pedesaan," jelas Kecuk.

Meningkatnya jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan mempengaruhi gini rasio Indonesia. Itu juga didorong karena adanya pandemi Covid-19 yang merebak di Tanah Air.

Baca juga: Menteri PUPR Laporkan Temuan BPK ke Komisi V DPR RI

"Pada Maret 2020, gini rasio meningkat tipis dari 0,380 ke 0,381. Dan peningkatan ini terjadi baik di kota maupun desa. Ini terjadi karena bahwa Covid-19 membuat pendapatan seluruh masyarakat mengalami penurunan. Dengan catatan yang di bawah lebih tajam dibanding yang di atas. Gini rasio di beberapa provinsi mengalami peningkatan karena persentase pengeluaran lapisan bawah lebih cepat turun dibanding lapisan atas," pungkasnya.

Sebelumnya BPS juga merilis survei soal dampak pandemi Covid-19 kepada pendapatan masyarakat Indonesia. Hasilnya, seluruh lapisan masyarakat pendapatannya terganggu akibat pandemi. Namun, masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp1,8 juta per bulan menjadi kelompok yang paling terdampak pendapatannya. (OL-6)

Baca Juga

Medcom

YLKI Tuding Pejabat Publik Picu Munculnya Obat Covid-19 Abal-Abal

👤Kautsar Bobi 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:14 WIB
Saat ini, obat-obat herbal yang diklaim dapat membunuh virus korona telah memenuhi lini media...
DOK KEMENDIKBUD

Cerdas Berliterasi pada Asesmen Kompetensi Minimum

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:05 WIB
Peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 adalah Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat  72...
ANTARA/M Agung Rajasa

Indonesia Butuh 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 10 Agustus 2020, 11:50 WIB
Hal itu didapat dari perhitungan bahwa kebutuhan vaksin se-Indonesia cukup 64% jumlah penduduk yang 260 juta. Lalu dikalikan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya