Rabu 15 Juli 2020, 15:55 WIB

Banggar Minta 4 Juta Usaha Ultra Mikro Diperhatikan

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Banggar Minta 4 Juta Usaha Ultra Mikro Diperhatikan

Antara/Muhammad Adimaja
Kepala Banggar DPR Said Abdullah

 

KETUA Banggar DPR Said Abdullah menyatakan, pihaknya menyetujui prognosis APBN semester II 2020 yang disampaikan pemerintah. Namun Banggar menekankan pemerintah agar juga memfokuskan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan menolong klaster Ultra Mikro.

Pemerintah dalam progam PEN akan memfokuskan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi melalui efektivitas belanja. Itu akan diarahkan melalui penguatan bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi dan sektoral K/L dan pemda

"Untuk program insentif dunia usaha juga dapat diarahkan untuk membantu modal kerja bagi sektor ultra mikro yang belum masuk dalam skema perbankan maupun kelembagaan. Kita tahu dari 64 juta UMKM itu, 40 juta masuk dalam skema perbankan, dan 20 juta masuk ke skema kelembagaan. Yang 4 juta ini kalau bisa juga dipikirkan," ujar Said dalam rapat kerja bersama pemerintah, Rabu (15/7).

Seperti diketahui, pemerintah pada semester II 2020 akan memperkirakan pendapatan negara berada di kisaran Rp889,2 triliun yang berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp667,1 triliun, kepabenan dan cukai Rp112,5 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp109,6 triliun.

Dengan begitu, outlook pendapatan negara pada 2020 akan berada di kisaran Rp1.700,4 triliun lantaran realisasi pada semester I telah mencapai Rp811,2 triliun.

Sedangkan pada belanja negara di semester II 2020, akan mencapai Rp1.679,6 triliun. Angka itu berasal dari belanja pemerintah pusat Rp1.306,7 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp363,5 triliun.

Secara menyeluruh, belanja negara pada 2020 diperkirakan akan mencapai Rp2.742,2 triliun lantaran pada semester I belanja negara telah terealisasi Rp1.066,6 triliun.

Sedangkan pada defisit di semester II 2020, diperkirakan akan mencapai Rp781 triliun atau sekitar 4,76%. Dengan demikian secara menyeluruh defisit pada 2020 ditaksir akan mencapai Rp1.038,7 triliun atau 6,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (E-1)

Baca Juga

Dok. Shooper 

Berburu Diskon Offline melalui Aplikasi

👤MI 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 00:35 WIB
MENDAPAT harga terbaik dan termurah tentu keinginan hampir semua orang saat berbelanja secara...
MI/Gana Buana

Treatment Khusus agar Lebih Rileks

👤Gana Buana 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 00:10 WIB
TINGKAT stres perempuan muncul ketika kegiatan dilakukan dari rumah selama pandemi covid-19...
DOK PUPR

Menteri Basuki Tekankan Penataan Kawasan Tonjolkan Kearifan Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 21:33 WIB
Puncak Waringin diharapkan akan menjadi sentra souvenir yang menjadi pusat kegiatan perbelanjaan berbagai produk khas dan tradisional di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya