Rabu 15 Juli 2020, 11:20 WIB

Kabareskrim Minta Perwira Pemberi Surat Jalan Joko Tjandra Mundur

Sri Utami | Politik dan Hukum
Kabareskrim Minta Perwira Pemberi Surat Jalan Joko Tjandra Mundur

DOK IPW
surat jalan untu buronan korupsi Joko S Tjandra

 

KEPALA Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri yang disebut menerbitkan surat jalan kepada buron cassie Bank Bali Joko Tjandra untuk mundur dari Bareskrim jika hal tersebut terbukti.

"Saya sudah meminta agar info terkait surat jalan tersebut agar didalami Div Propam Polri dan usut tuntas siapa pun yang terlibat dan kalau memang terbukti saya akan lakukan tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat," tegasnya saat dihubungi, Rabu (15/7).

Listyo tidak mau berkomentar secara rinci terkait surat jalan Nomor SJ/82/VI/2020/Rakorwas tersebut termasuk catatan buron Joko Soegiarto Tjandra yang tertulis sebagai Joko  Soegiarto Tjandra.

"Secara detail nanti akan dijelaskan saat ini kami sedang dalami semuanya dan Propam sedang fokus untuk telusuri semuanya," cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan setiap anggota Polri wajib menjaga nama baik institusi negara tersebut. Saat ini Polri sedang berbenah untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih profesional dan membentuk penegak hukum yang bersi dan dipercaya masyarakat.

"Terhadap komitmen tersebut bagi anggota yang tidak bisa mengikuti silakan untuk mundur dari Bareskrim," ucapnya.

Sebelumnya Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras tindakan Bareskrim Polri yang sudah mengeluarkan Surat Jalan kepada Joko Soegiarto Tjandra, sehingga buronan kelas kakap itu bebas berpergian dari Jakarta ke Kalimantan Barat dan kemudian menghilang lagi.

Dari data yang diperoleh IPW, surat jalan dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, yang ditandatangi Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo. Dalam surat jalan tersebut sang buron disebutkan berangkat ke Pontianak Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020.

"Lalu siapa yang memerintahkan Brigjen Prasetyo Utomo untuk memberikan srat jalan itu. Apakah ada sebuah persekongkolan jahat untuk melindungi Joko Tjandra," jelas Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane.

baca juga: IPW Desak Polri Copot Brigjen Prasetyo karena Loloskan Joker

Neta mendesak agar Brigjen Prasetyo Utomo segera dicopot dari jabatannya dan diperiksa oleh Propam Polri. Dia mengecam keras tindakan Bareskrim Polri yang sangat tidak promoter, yang tidak segera menangkap buronan kelas kakap tersebut. Ironisnya Joko justru malah dilindungi sejumlah oknum pejabat termasuk dari Polri.

Brigjen Prasetyo Utomo merupakan alumni Akpol 1991, teman satu angkatan dengan Kabareskrim Komjen Sigit. (OL-3)

Baca Juga

MI/ Seno

Materi Sosialisasi Ideologi Pancasila Harus Mudah Dipahami

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 17:01 WIB
"Selama ini penyampaian materi dalam proses pembinaan ideologi Pancasila hanya bersifat satu arah, akibatnya peserta hanya menghafal...
MI/AGUS M

Mahfud sebut Demokrasi Makin Bebas, Korupsi Makin Ganas

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:35 WIB
Saat orde baru korupsi dibangun melalui sistem otoriterisme yang membuat korupsi hanya akan dilakukan oleh orang yang paling berkuasa di...
MI/ROMMY PUJIANTO

Eks Kepala LP Sukamiskin akan Disidang di Bandung

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:15 WIB
Dalam perkara sebelumnya yang juga berkaitan dengan suap fasilitas di LP Sukamiskin, Wahid Husein divonis delapan tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya