Rabu 15 Juli 2020, 10:23 WIB

SKK Migas Beri Insentif pada KKKS untuk Tingkatkan Investasi

mediaindonesia.com | Ekonomi
SKK Migas Beri Insentif pada KKKS untuk Tingkatkan Investasi

Dok: SKK Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berusaha meningkatkan gairah investasi hulu migas di tengah penurunan harga minyak dunia dan pandemi covid-19. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendapatkan penundaan penyetoran Dana Abandonment and Site Restoration (ASR) di tahun 2020.

“Surat edaran kepada Kontraktor KKS sudah saya tanda tangani kemarin. Saya berharap agar KKKS dapat memanfaatkan kebijakan ini, kemudian segera melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan produksi. Ini adalah usaha kita bersama untuk mengawal agar target tahun ini dan tahun-tahun ke depan dapat dicapai,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat rapat manajemen, Rabu (15/7).

Kebijakan pemberian insentif penundaan penyetoran Dana ASR diupayakan SKK Migas untuk menjaga stabilitas keuangan dan operasional dari KKKS.

“Kami memberikan relaksasi kepada KKKS yang membutuhkan, namun tetap kami minta untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi kemampuan finansial kemudian akan di-review kembali oleh SKK Migas,” imbuhnya.

Bagi KKKS yang dianggap perlu mendapatkan relaksasi, dapat disampaikan kepada SKK Migas paling lambat 31 Juli 2020.

Baca juga:  SKK Migas dan KKKS Salurkan Sembako di Papua dan Maluku

Kebijakan relaksasi pencadangan Dana ASR bagi KKKS hanya akan berlaku untuk tahun 2020. Selanjutnya, nilai kewajiban ASR yang ditunda penyetorannya tahun 2020 itu akan ditagih sekaligus pada Semester I tahun 2021, ditambah dengan kewajiban tahun berjalan.

“Artinya relaksasi atas penyetoran Dana ASR di tahun 2020 tidak menghilangkan atau mengurangi kewajiban KKKS untuk memenuhi nilai pencadangan Dana ASR, dimana atas kekurangannya akan diperhitungkan sampai dengan berakhirnya masa kontrak KKKS,” tegas Dwi.

Dwi menambahkan, SKK Migas akan terus melakukan terobosan-terobosan kebijakan agar kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) dapat berjalan optimal di tengah kondisi yang berat seperti saat ini. Setiap kebijakan yang akan diimplementasikan merupakan hasil diskusi dan masukan dari pihak-pihak terkait, agar target lifting migas nasional di tahun ini dapat tercapai.

Dana ASR merupakan dana yang disiapkan KKKS pada saat pascaoperasi, dilakukan melalui kegiatan penutupan sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan fasilitas produksi dan fasilitas penunjang untuk dapat dioperasikan kembali termasuk pembongkarannya secara permanen serta melakukan pemulihan lingkungan di Wilayah Kerja hulu migas.(RO/OL-5)

Baca Juga

Setkab

Investasi Mengalir, Hipmi Apresiasi Kinerja BKPM

👤Iam/E-3 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 04:49 WIB
Realisasi investasi tersebut secara year on year (yoy) tumbuh 1,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada triwulan III 2019 dengan...
DOK. YBM BRI

YBM BRI Beri Modal Usaha ke UKM Kepulauan Seribu

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 04:20 WIB
untuk mengembangkan potensi dan kemandirian usaha mustahik melalui kegiatan...
Dok. Pribadi

FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 00:25 WIB
Meski di tengah situasi pandemi Covid-19, para peserta FIKSI 2020 telah menghasilkan rencana bisnis dan rintisan usaha-usaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya