Rabu 15 Juli 2020, 08:16 WIB

Vaksin Covid-19 dari AS Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Insi Nantika Jelita, Faustinus Nua | Internasional
Vaksin Covid-19 dari AS Tunjukkan Hasil Menjanjikan

AFP/Maddie Meyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Kantor pusat Moderna, perusahaan yang memproduksi vaksin covid-19 di AS.

 

VAKSIN covid-19 pertama yang dikembangkan National Institutes of Health and Moderna Inc, Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan sistem kekebalan peserta dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

"Ini adalah berita baik," kata pakar penyakit menular ternama AS Anthony Fauci kepada AP, Rabu (15/7).

Pada Selasa (14/7), para peneliti melaporkan 45 relawan pertama yang diuji coba vaksin tersebut menunjukkan dorongan kekebalan imunitas yang diharapkan.

Pada 27 Juli nanti, vaksin eksperimental itu akan diujicobakan ke 30 ribu orang untuk membuktikan apakah vaksin tersebut bisa melindungi diri dari covid-19 atau tidak. Hal itu dianggap sebagai percobaan vaksin terbesar di dunia.

Baca juga: 3 Negara Bagian AS Catat Peningkatan Kasus Kematian akibat Korona

Fauci mengatakan, tes pertama akan diperluas untuk mencakup orang dewasa yang lebih tua, kelompok usia yang paling berisiko terinfeksi covid-19.

Untuk pengujian akhir akan mencakup orang dewasa yang lebih tua, serta orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis yang membuat mereka lebih rentan terhadap virus korona.

Dalam New England Journal of Medicine, peneliti menyebut para sukarelawan awalnya mengembangkan apa yang disebut antibodi penawar dalam aliran darah mereka. Seperti molekul kunci untuk menghalangi infeksi, sebanding dengan yang ditemukan pada orang yang sembuh dari covid-19.

"Ini adalah upaya penting yang diperlukan untuk bergerak maju dengan uji coba yang benar-benar dapat menentukan apakah vaksin itu bisa melindungi infeksi," kata Lisa Jackson dari Kaiser Permanente Washington Research Institute di Seattle, yang memimpin penelitian tersebut.

Tidak ada efek samping yang serius dari vaksin tersebut. Tetapi lebih dari separuh peserta penelitian menunjukkan reaksi mirip flu setelah disuntik, seperti kelelahan, sakit kepala, kedinginan, demam, dan nyeri.

Beberapa dari reaksi itu mirip dengan gejala covid-19 tetapi bersifat sementara berlangsung sekitar sehari dan terjadi tepat setelah vaksinasi.

"Harga yang kecil untuk membayar perlindungan terhadap covid-19," kata William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center, seorang ahli vaksin yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dia menyebut hasil awal itu sebagai langkah pertama yang baik dan optimis bahwa pengujian akhir dapat memberikan jawaban tentang apakah itu benar-benar aman dan efektif.

"Itu akan luar biasa. Tapi itu mengasumsikan semuanya berjalan sesuai jadwal," kata Schaffner.

Belasan vaksin covid-19 dikembangkan dalam berbagai tahap pengujian di seluruh dunia, termasuk dari Tiongkok dan Oxford University Inggris juga memasuki tahap pengujian akhir. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Pei Chen

Menteri Kesehatan AS Bertemu Presiden Taiwan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:59 WIB
Azar berada di Taipei dalam lawatan selama tiga hari untuk membahas kesamaan demokrasi dan mempelajari kesuksesan Taiwan mengatasi...
AFP/ANTHONY WALLACE

Hartawan Prodemokrasi Hong Kong Ditangkap Berdasarkan UU Keamanan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:40 WIB
Raja media Hong Kong Jimmy Lai, kritikus paling vokal terhadap Beijing ditangkap Senin, (10/8), di bawah undang-undang keamanan nasional...
AFP/Indranil MUKHERJEE

Hampir 200 Dokter di India Meninggal karena Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 10 Agustus 2020, 12:26 WIB
"Negara kita telah kehilangan 196 dokter, 170 di antaranya berusia di atas 50 tahun, dengan dokter umum menyumbangkan sekitar 40% dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya