Rabu 15 Juli 2020, 08:13 WIB

MUI: Kurban tidak Bisa Diganti Uang atau Barang Lain

Fachri Audhia Hafiez | Humaniora
MUI: Kurban tidak Bisa Diganti Uang atau Barang Lain

MI/Vicky Gustiawan
Sapi lokal dijajakan di Mal Hewan Qurban Haji Doni, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020).

 

MAJELIS Ulama Indonesia melalui komisi fatwa mengeluarkan pedoman Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Salah satu hal yang ada dalam pedoman tersebut yakni ibadah kurban tidak bisa digantikan dengan uang.

"Ibadah kurban tidak dapat diganti dengan uang atau barang lain yang senilai, meski ada hajat dan kemaslahatan yang dituju. Apabila hal itu dilakukan, maka dihukumi sebagai shadaqah," demikian bunyi fatwa yang dikutip dari laman resmi mui.or.id, Rabu (15/7).

Fatwa juga menekankan bahwa ibadah kurban hukumnya adalah sunnah mukkadah yang dilaksanakan melalui penyembelihan hewan ternak. Selain itu, ibadah kurban bisa dilakukan dengan cara taukil.

Taukil merupakan pihak yang berkurban menyerahkan sejumlah dana seharga hewan ternak kepada pihak lain, baik individu maupun lembaga sebagai wakil untuk membeli hewan kurban, merawat, meniatkan, menyembelih dan membagikan daging kurban.

Baca juga: UI Terbitkan Fatwa Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Asrorun Niam Sholeh mengatakan fatwa ini juga mengatur proses penyembelihan hewan kurban selama masa pandemi covid-19. Penyembelihan dan distribusi daging harus menjaga jarak dan meminimalisasi terjadinya kerumunan.

MUI juga menganjurkan penyembelihan kurban bekerja sama dengan rumah potong hewan. Ini sesuai Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standard Sertifikasi Penyembelihan Halal.

"Apabila ketentuan seperti itu tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan," ucap Asrorun dalam keterangan pers.

Pelaksanaan penyembelihan herwan kurban bisa memaksimalkan keluasan waktu selama empat hari. Empat hari yang dimaksud yakni sejak hari raya Iduladha 10 hingga 13 Zulhijah.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Wiku Sebut Vaksin Indonesia Salah Satu yang Tercepat

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:59 WIB
Vaksin covid-19 Sinovac yang tengah dikembangkan di Tanah Air merupakan satu dari tujuh vaksin di dunia yang telah memasuki tahap akhir...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

LIPI Terbitkan Jurnal Edisi Khusus Demografi dan Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:54 WIB
Jurnal Kependudukan Indonesia (JKI) memutuskan untuk menerbitkan edisi khusus yang memuat berbagai informasi terkait pandemi dari...
Antara

Kemendikbud Genjot PAUD di Nusa Tenggara Timur

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:03 WIB
Kemendikbud menjalin kerjasama dengan Pemerintah New Zealand dan UNICEF Indonesia sejak tahun 2016 dalam mengembangkan model PAUD-HI di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya