Rabu 15 Juli 2020, 07:45 WIB

Gara-Gara Jalur Zonasi Bina RW, Disdik Sempat akan Didemo

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Gara-Gara Jalur Zonasi Bina RW, Disdik Sempat akan Didemo

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi--Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat Kartini, Jakarta.

 

KETUA Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Imam Parikesit, yang ditemui usai rapat evaluasi PPDB DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/7) sore, mengungkapkan sekolah swasta, terutama yang memiliki target siswa kurang mampu, sempat merasa terancam ketika Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana membuka jalur zonasi bina RW.

Pada 4 Juli lalu, Disdik DKI membuka jalur tersebut untuk menampung calon peserta didik baru (CPDB) yang memiliki tempat tinggal dekat sekolah negeri namun tidak lolos melalui jalur zonasi dan afirmasi.

Untuk mengakomodasi jalur itu, Disdik DKI, dengan seizin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menambah jumlah siswa dalam rombongan kelas di SMP dan SMA dari 36 siswa per rombongan kelas menjadi 40 siswa per rombongan kelas.

Baca juga: Ponpes Al Golibiah Puncak Bogor Ludes Terbakar

Akibat hal itu, kata Imam, para pengelola sekolah swasta dengan target masyarakat ekonomi menengah ke bawah itu sempat berniat mendemo Disdik DKI.

"Persis. Tapi kan saya meredam. Kita kan harus cari 'win-win solution'. Kalau mau ribut lagi, di sana sudah diam, di sini ribut lagi, nggak selesai-selesai," ujarnya, Selasa (14/7).

Sekolah swasta di Jakarta dan di daerah umumnya terbagi dalam tiga komposisi yakni 10% sekolah swasta yang menarget warga kelas menengah atas, 40% menarget warga kelas menengah, dan 60% menargetkan warga kelas menengah ke bawah.

Sekolah swasta dengan komposisi 60% itu, menurut Imam, memiliki kelemahan yakni kualitas yang belum memadai dan cenderung menjadi pilihan saat target orangtua memasukkan anak mereka ke sekolah negeri kandas.

Di sisi lain, karena kualitas yang rendah, sekolah swasta dengan target warga kelas menengah ke bawah ini sering kali hanya menjadi tempat transit.

Sekolah negeri umumnya akan membuka penerimaan siswa pindahan di semester baru bila masih tersedia kursi kosong. Hal inilah yang dikhawatirkan Imam. Karena menurut data Disdik DKI, masih ada total ribuan kursi kosong di seluruh jenjang.

"Nah, biasanya ada anak yang cuma numpang indekos di sekolah swasta enam bulan. Nanti akhir semester udah diiming-imingi 'Bu masuk swasta aja dulu nanti kita atur'. Nah, kalau ini dibuka lagi, akan terjadi perpindahan (murid) lagi, swasta ngejerit lagi. Kan sudah ada di RAPBS, kita hitung anggaran, jumlah murid 36 kali sekian. Nah, kalau keluar 4 orang, 3 orang, bahkan 1 orang, sekolah kadang-kadang keluar 1 kelas. Jebol RAPBS-nya, anggarannya," terang Imam.

Sebagai solusinya, Disdik DKI dan BMPS pun setuju mengakomodasi siswa yang gagal masuk ke sekolah negeri untuk bersekolah di sekolah swasta dengan berbagai keringanan seperti uang pangkal yang boleh dicicil.

Selain itu, Disdik DKI juga berjanji untuk terus membantu menyetarakan kualitas sehingga sekolah-sekolah swasta yang bermutu rendah dapat meningkatkan kualitas mereka.

"Kita akan bicara soal itu. Artinya Pemprov DKI harus mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan mutu sekolah swasta. Terutama yang bawah-bawah. Itu diawali dengan peningkatan kualitas pengelolaan sekolahnya oleh lembaganya, oleh yayasannya. Banyak yayasan sekolah swasta yang mengelolanya belum benar," tukasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

PDIP Setuju Anies Terapkan Denda Progresif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 09:35 WIB
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono mendukung wacana Gubernur Anies Baswedan untuk memberlakukan denda...
Medcom.id/Kuntoro Tayubi

RS Mulai Penuh Lagi

👤Ins/Put/Ssr/J-1 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:10 WIB
Sudah dua minggu ini overload pasiennya. Kapasitas kami sudah penuh, terpaksa menolak pasien...
MI/Insi Nantika Jelita

DPRD bakal Optimalkan WFH

👤(Ins/J-1) 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 04:35 WIB
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku pihaknya bakal memberlakukan kerja dari rumah atau work from...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya