Rabu 15 Juli 2020, 06:51 WIB

Warga Terdampak Rob Mulai Keluhkan Masalah Ekonomi

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Warga Terdampak Rob Mulai Keluhkan Masalah Ekonomi

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Warga membenahi rumahnya yang rusak akibat dihantam gelombang pasang di Desa Gampong Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

 

SETELAH dilanda banjir rob pekan lalu di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh kini mulai berdampak kepada masyarakat di kawasan pesisir. Danpak ekonomi dan sosial mulai mengusik warga yang bermukim di perkampungan dekat Samudra Hindia itu, karena banjir rob telah merusak rumah mereka. Sekitar 1.641 jiwa warga Kecamatan Johan Pahlawan telah terdampak banjir purnama itu. Para korban banjir tersebut tersebar di empat desa sepanjang pesisir Samudera Hindia itu. Rob sudah melanda wilayah itu sejak 7 Juli dan puncaknya pada 11 Juli saat banyak rumah warga rusak terendam rob. 

Masing-masing adalah di Desa Pasir 512  jiwa (121 keluarga), Desa Kampung Belakang 450 jiwa (120 keluarga), Desa Suak Indrapuri 317 jiwa (98 keluarga), dan Desa Ujong Kalak 362 jiwa (98 keluarga). Ada sekitar 60 unit rumah milik warga rusak akibat rob. Kini warga di empat desa ini mengungsi di tenda darurat atau menumpang di rumah keluarga. Warga mulai mengeluh kesulitan ekonomi dan stress melihat rumah mereka rusak karena abrasi pantai. 

"Kami sedang melakukan verifikasi data laporan masyarakat terdampak rob," kata Kabid Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Barat, Masyhuri, Rabu (15/7) 

baca juga: Banjir Bandang, Korban Jiwa Berjatuhan

Sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) Fuadri berharap pemerintah pusat mengatasi banjir rob atau banjir air laut pasang di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Ia juga mengharapkan agar pemerintah pusat bisa mengalokasikan anggaran yang memadai agar musibah banjir rob tersebut bisa secepatnya teratasi.
  
"Memang pada tahun 2020 ini pemerintah membangun tanggul pemecah ombak di Meulaboh, namun panjangnya cukup kecil yakni sekitar 120 meter," kata Fuadri didampingi anggota DPRA Edi Kamal di Meulaboh.
  
Padahal, kata dia, kebutuhan tanggul yang harus dibangun oleh pemerintah pusat agar bisa mengatasi musibah tersebut mencapai tiga kilometer. (Ant/OL-3)

Baca Juga

ANTARA

Riau Segera Terbitkan Perda Penegakan Hukum Protokol Covid-19

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:53 WIB
Rencana untuk mengeluarkan Perda penegakan hukum protokol kesehatan di Riau telah disetujui oleh DPRD. Dalam waku dekat aturan ini akan...
ANTARA

Jatim Uji Coba KBM Tatap Muka Pada 18 Agustus

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:21 WIB
Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka. Diantaranya harus mendapat persetujuan dari gugus...
ANTARA/Umarul Faruq

Jatim Masukkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Dalam Perda

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 01:06 WIB
Perubahan Perda tersebut akan menjadi payung hukum bagi peraturan bupati dan wali kota dalam rangka penyelenggaraan ketentraman dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya