Rabu 15 Juli 2020, 06:20 WIB

Mewaspadai Ancaman Wabah Zoonosis

Atalya Puspa | Humaniora
Mewaspadai Ancaman Wabah Zoonosis

Sumber: CDC/Kementerian Kesehatan/UNEP/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: SENO
Waspada ancaman wabah Zoonosis.

 

DI saat dunia masih berjibaku mencari obat penawar covid-19, muncul penyakit zoonosis baru, yakni virus flu babi jenis bervarian genotipe 4 (G4) EA H1N1 di Tiongkok. Zoonosis, artinya penyakit ini menyeberang dari hewan ke manusia.

Dari hasil riset, peneliti di Tiongkok menyatakan virus ini berpotensi menjadi pandemi seperti covid-19 karena masih keturunan dari virus flu babi (H1N1) penyebab pandemi 2009.

Data klinis didapat antara lain, dari dua pasien positif G4 EA H1N1. Pasien pertama, orang dewasa, 46, menunjukkan gejala flu berat disertai pneumonia yang berujung kematian karena kegagalan sistem. Pasien kedua, seorang anak berumur 9 tahun hanya menunjukkan gejala flu ringan.

Kementerian Kesehatan ­Republik Indonesia menyatakan, hingga saat ini virus flu babi baru (G4 EA H1N1) tidak ditemukan di Indonesia. “­Informasi ini didasarkan pada hasil surveilans dan analisis genetik yang dilakukan Balai Veteriner Medan dan Balai Besar Veteriner Wates,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, Senin (13/7).

Meski tidak ditemukan, seluruh dinas kesehatan dan satuan kerja kesehatan di seluruh Indonesia telah diminta meningkatkan kewaspadaan. “Kita tetap melakukan kewaspadaan dan tindakan pencegahan mulai hulu, yaitu pencegahan pada hewan khususnya babi,” sebut Direktur Kesehatan Hewan, Kepala Pusat BDTK Litbangkes Tjandra Yoga Adhitama seraya menambahkan, virus G4 ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak 2016 dan masuk pantauan WHO dan CDC.
 
Degradasi lingkungan

Dalam laporannya berjudul Preventing the Next Pandemic: Zoonotic Diseases and How to Break the Chain of Transmission, Senin (6/7), United Nations (UN) melaporkan adanya tren kenaikan wabah penyakit yang disebarkan hewan liar ke manusia.

Selain covid-19, menurut UN, penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai ialah ebola, SARS, zika, HIV/AIDS, dan West nile fever.

“Untuk mencegah wabah penyakit di masa mendatang, kita harus menjaga lingkungan alami dengan baik,” tegas Executive Director United Nations Environment Programme (UNEP) Inger Andersen seperti ­dikutip dari Fox News, Rabu (8/7).

Peneliti Bidang Zoologi Pusat ­Penelitian Biologi Lembaga Ilmu ­Pengetahuan Indonesia (LIPI) R Taufiq Purnama Nugraha mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan munculnya penyakit infeksius baru tersebut, yakni modernisasi dan intensifikasi pertanian, perusakan habitat, fragmentasi habitat, perambahan hutan, dan perubahan iklim yang sebagian besar ialah akibat ulah manusia.

Selain faktor tersebut, pemanfaatan langsung satwa liar, seperti ­perdagangan, konsumsi, hobi, dan ­ekshibisi juga berpotensi ­menimbulkan terjadinya perpindahan patogen dari satwa liar ke manusia jika tidak dilakukan pengelolaan serta protokol biosafety dan ­biosecurity yang baik.

Selain itu, Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat bahwa memelihara atau mengonsumsi satwa liar yang tidak dimasak dengan baik memunculkan potensi penularan dari hewan ternak kepada manusia. (Aiw/Ant/H-2)

Baca Juga

Istimewa

Wapres: Banyak Kalangan belum Indahkan Bahaya Pandemi

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 09:32 WIB
Saat ini, pesantren harus mampu menjadi contoh bagi umat untuk menghindari dampak buruk akibat pandemi...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Panglima Perintahkan Babinsa Disiplinkan Protokol Kesehatan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 08:09 WIB
Para Komandan Satuan Kewilayahan diminta berkoordinasi dengan polisi mengiatkan patroli penerapan protokol kesehatan di ruang...
ANTARA/Bayu Pratama S

GP Ansor Luncurkan Program WiFi Gratis untuk Pelajar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 07:13 WIB
Fasilitas internet gratis tersebut dipasang di rumah-rumah kader Ansor atau sekretariat GP Ansor yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya