Rabu 15 Juli 2020, 06:05 WIB

Banjir Bandang, Korban Jiwa Berjatuhan

LN/MR/MG/N-2 | Nusantara
Banjir Bandang, Korban Jiwa Berjatuhan

ANTARA FOTO/Hariandi Hafid
Sebuah rumah tenggelam lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kemarin.

 

HUJAN di pengujung musim tidak bisa disepelekan. Deretan daftar korban akibat banjir bandang di Tanah Air terus memanjang.

Kemarin, daftar itu kembali bertambah. Ada 16 warga yang tewas, saat banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7) malam. Korban materi tak terhingga karena 4.930 keluarga terdampak.

Keenam kecamatan itu ialah Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Dua kecamatan mengalami bencana paling parah, yakni Baebunta dan Masamba.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, menyatakan warga melaporkan puluhan anggota keluarga mereka hilang dan masih dalam pencarian. “Ke-16 jenazah yang sudah bisa dievakuasi saat ini berada di RS Hikmah, RS Andi Djemma, dan Puskesmas Baebunta.”

Kemarin, air mulai surut. Namun, puluhan rumah masih tertutup lumpur. “Banyak rumah yang kelihatan hanya atapnya,” lanjutnya.

Muslim menambahkan, sejak air surut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara fokus membersihkam jalan poros yang tertutup material lumpur bercampur pasir. Tujuannya ialah agar akses jalan bisa dibuka karena lokasi itu merupakan Jalan Trans-Sulawesi.

Saat ini, warga terdampak membutuhkan makanan siap saji, air bersih, air mineral, dan obat-obatan.

“Pemprov sudah bergerak membawa bantuan bahan pokok dan perlengkapan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPDB Sulsel, Ishak.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, juga mengaku bantuan sudah datang dari sejumlah daerah tetangga. “Dari Palopo menangani bagian barat, Luwu Timur membantu di timur.”

Dalam kejadian itu, rumah jabatan bupati juga terendam air bah. “Saya menumpang sementara di rumah seorang pejabat pemkab,” tutur Indah.

Bencana itu terjadi setelah hujan deras melanda wilayah itu. tiga sungai pun meluap, yakni Sungai Masamba, Rongkang, dan Sungai Rada, menyebabkan banjir bandang.

Beberapa hari sebelumnya, Kamis (9/7), banjir juga mengepung Kabupaten Luwu dan menyebabkan 2.970 keluarga terdampak.

Sementara di Aceh Barat, 1.641 warga di Kecamatan Johan Pahlawan, terdampak banjir rob. Warga tersebar di empat desa sepanjang pesisir Samudra Hindia. (LN/MR/MG/N-2)

Baca Juga

Ilustrasi

PKS Siap Menangkan Pasangan Balon Gubernur Sulteng dari NasDem  

👤M Taufan SP Bustan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:36 WIB
Ketua DPD PKS Donggala Takwin mengatakan, secara terpusat PKS sudah memberikan dukungan kepada pasangan Rusdi Mastura - Ma'mun...
MI/Cikwan Suwandi

Proses Biologi Limbah Kertas Bikin Warna Citarum Hitam

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:30 WIB
DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang menyebutkan proses biologi limbah kertas di alam bisa menyebabkan...
MI/Cikwan Suwandi

Sungai Citarum Hitam, DLH Karawang: Akibat Debit Air Nol

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:27 WIB
Kepala DLH Karawang menyimpulkan warna Sungai Citarum hitam beberapa waktu lalu akibat debit air Citarum yang nol karena penggalian di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya