Selasa 14 Juli 2020, 20:29 WIB

Uni Emirat Arab Tunda Peluncuran Alat Jelajah Planet Mars

Antara | Internasional
Uni Emirat Arab Tunda Peluncuran Alat Jelajah Planet Mars

Dok Youtube
Planet Mars

 

Uni Emirat Arab (UAE) menunda peluncuran alat jelajah Planet Mars-nya yang diberi nama, "Hope Probe", sampai 17 Juli karena cuaca buruk di pusat peluncuran pesawat ulang alik di Jepang, demikian keterangan otoritas terkait, Selasa (14/7).

"Hope Probe" atau Al Amal dalam Bahasa Arab rencananya akan diluncurkan di Pusat Luar Angkasa Tanegashima, Jepang, pada 00:51 waktu UAE, Rabu. Rencananya, alat itu akan menjelajahi Mars selama tujuh bulan dan mengirim data mengenai atmosfer di planet tersebut.

"Misi luar angkasa UAE, yang juga jadi misi lintas planet pertama di negara-negara Arab, akan diluncurkan pada Jumat, 17 Juli 2020 pada pukul 00:43 waktu UAE (atau 16 Juli 2020 20:43 GMT) dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima," demikian unggahan kantor komunikasi UAE lewat media sosial Twitter.

Sejauh ini ada delapan misi aktif yang menjelajahi Planet Mars. Beberapa di antaranya mengorbit di planet dan ada juga yang mendarat di permukaan Mars. Tiongkok dan Amerika Serikat akan mengirim dua misi ke Mars pada tahun ini.

UAE, salah satu negara pengekspor minyak, pertama kali mengumumkan misi ke Mars pada 2014 sebagai upaya menggeluti bidang lain selain industri hidrokarbon, serta mengumpulkan pengetahuan tentang luar angkasa. UAE berencana dapat mendarat di Mars pada 2021.

Walaupun demikian, UAE dinilai kurang memiliki kapasitas keilmuwan dan industri yang cukup untuk menjalani misi luar angkasa skala besar. UAE, negara dengan populasi 9,4 juta jiwa, meresmikan Program Luar Angkasa Nasional pada 2017 guna memberdayakan para ilmuwan di bidang tersebut.

Hazza al-Mansouri merupakan warga UAE pertama yang pergi ke luar angkasa. Al-Mansouri pada 2019 menaiki pesawat ulang-alik menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Hope Probe", program jelajah Mars UAE, dikembangkan oleh Pusat Luar Angkasa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) di Dubai bersama para ilmuwan UAE dan sejumlah ahli luar angkasa Amerika Serikat.

Pemerintah UAE pada 2017 mengumumkan misi ambisius membangun permukiman di Planet Mars di masa depan. (OL-12)

 

Baca Juga

AFP

58 Ribu Orang Teken Petisi agar Libanon di bawah Mandat Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 20:08 WIB
Petisi itu berisikan keinginan untuk menempatkan Libanon di bawah mandat Prancis selama 10 tahun ke...
AFP/Mohd Rasfan

Eks Menkeu Malaysia Bantah Tuduhan Terima Suap US$ 1,5 Miliar

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 16:52 WIB
Lim Guan Eng menegaskan dirinya tidak menerima sepeser pun dari proyek terowongan bawah laut Penang. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak...
AFP/Thibault Camus

Soal Amonium Nitrat, Eks Kapten Kapal Salahkan Pemerintah Libanon

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 13:41 WIB
Kapal MV Rhosus membawa hampir 3.000 ton amonium nitrat yang kemudian ditahan otoritas Beirut lantaran gagal membayar biaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya