Selasa 14 Juli 2020, 20:03 WIB

101.181 Jiwa di Gunung Kidul Diprediksi Terdampak Kekeringan

Antara | Nusantara
101.181 Jiwa di Gunung Kidul Diprediksi Terdampak Kekeringan

Istimewa/Kementan
Iustrasi: Gunung Kidul, Yogyakarta.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi warga terdampak bencana kekeringan pada 2020 sedikitnya 101.181 jiwa dan akan bertambah pada saat memasuki puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Selasa (14/7), mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kecamatan untuk pendataan daerah rawan kekeringan saat kemarau.

"Adapun hasil pendataan hingga saat ini ada 17.436 Kepala Keluarga (KK) yang berpotensi terdampak kekeringan. Kalau jiwanya ada 101.181 orang,” kata Edy Basuki.

Menurut dia, jumlah ini masih bisa bertambah, terutama saat masuk puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada akhir Agustus hingga September. Selain itu, hingga sekarang baru enam kecamatan yang melaporkan data kekeringan.

"Kami masih tunggu kecamatan lainnya untuk melaporkan data terdampak kekeringan di wilayah masing-masing,” katanya.

Adapun kecamatan yang sudah melaporkan data kekeringan di antaranya Girisubo, Tepus, Rongkop, Saptosari, Paliyan dan Saptosari. “Nanti saat memasuki puncak kemarau, seperti Kecamatan Patuk, Gedangsari, Ngawen hingga Semin juga akan melaporkan dan meminta bantuan air bersih,” katanya.

Edy mengaku baru Kecamatan Semanu yang mengajukan bantuan dropping air bersih. Hanya saja, untuk pelaksanaan masih akan berkoordinasi dengan tim dari kecamatan di Gunung Kidul. Hal ini dilakukan untuk pembagian wilayah droping karena di kecamatan juga memiliki anggaran sehingga bantuan tidak tumpang tindih. "Kami koordinasikan dulu. Setelah semuanya jelas, baru bantuan disalurkan,” katanya.

Meski memiliki anggaran dropping, mulai tahun ini kecamatan tidak bisa melakukan penyaluran sendiri. Penyaluran diharuskan menggandeng pihak ketiga. “Kalau untuk BPBD tetap sama. Adapun alokasi untuk droping, sudah BPBD mendapatkan anggaran sekitar Rp700 juta,” katanya. (OL-12)

Baca Juga

dok polda jatim

Kapolda Mohon Restu Kyai Ponpes Tangguh Al Amien Prenduan Sumenep

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 13:30 WIB
Polda Jatim juga menggelar bakti sosial (baksos) di Pondok Pesantren Baitun Naim Jalan Kedung Pengkol V Nomor 1-5...
MI/Dwi Apriani

Bupati Ogan Ilir Sembuh dari Covid-19

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 12:56 WIB
Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dinyatakan sembuh dari covid-19 pada 27 Juli lalu. Ia sudah diperbolehkan pulang pada Rabu (5/8) dan kini...
Dok Ilustrasi

Banyak Potensi Pelanggaran Pilkada di Tengah Pandemi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 12:50 WIB
Bawaslu Provinsi Bangka Belitung menengarai banyak potensi pelanggaran yang kemungkinan akan terjadi dalam Pilkada ini, seperti pemilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya