Selasa 14 Juli 2020, 19:43 WIB

Fotografer Media Indonesia Jadi Korban Pencurian di Gedung DPR

Tri Subarkah | Megapolitan
Fotografer Media Indonesia Jadi Korban Pencurian di Gedung DPR

MI/ BARY FATHAHILAH
Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

 

WARTAWAN foto harian Media Indonesia Mohamad Irfan, 50, melaporkan kasus pencurian yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Irfan menjadi korban pencurian di ruang Media Center Gedung Nusantara III DPR/MPR RI pada Senin (13/7) kemarin.

Pelaku mencuri tas Irvan yang berisi perlengkapan peliputan. Adapun barang dalam tas tersebut yakni sebuah kamera Nikon D600, dua Lensa merek Nikon, satu buah Flash kamera merek Nikon, serta sebuah laptop Lenovo.

Laporan Irfan terdaftar dengan nomor LP/4.088/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ Tanggal 14 Juli 2020. Irfan melaporkan kasusnya dengan tindak pidana pencurian yang termaktub dalam Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Irfan bercerita pencurian tersebut terjadi saat dirinya hendak pulang setelah meliput beberapa acara rapat kerja serta diskusi di Gedung DPR/MPR RI. Namun karena sudah masuk waktu salat Maghrib, ia memutuskan untuk pergi ke musala.

"Selesai tugas kerja saya merapihkan alat-alat, setelah itu pengen pulang tapi keburu azan. Saya taruh di ruang kerja dan saya langsung ke musala," terang Irfan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/7).

Irfan mengatakan saat itu ia melihat dua orang di dalam ruang Media Center. Namun keduanya merupakan wartawan yang memang bertugas di DPR dan seorang pengurus.

Saat Irfan hendak melaksanakan salat, salah satu rekannya curiga dengan gerak-gerik seseorang yang diduga merupakan pencuri. Rekan Irfan lantas menyuruhnya untuk memindahkan barang tersebut.

Sayangnya, setelah sampai ke ruang Media Center, Irfan mendapati tas miliknya sudah hilang. Atas kejadian tersebut, Irfan lantas melaporkannya ke pihak keamanan DPR. Irfan mengatakan rekaman CCTV yang merekam pelaku tidak maksimal.

"Yang satu terlalu jauh, satu cuma dari samping, satu lagi burem nggak jelas," katanya.

Irfan mengaku tidak pernah melihat pelaku dengan ciri-ciri seperti yang terekam dari kamera CCTV. Namun, ia mengatakan salah satu rekannya pernah melihat pelaku dan menduga bahwa pelaku sudah memantau situasi sejak Jumat (10/7) lalu.

Menurut Irfan, kamera, lensa, serta laptop yang hilang merupakan inventaris kantor. Ia memperkirakan total kerugian yang dialami mencapai Rp60 juta. Setelah kejadian ini, Irfan dibebastugaskan dari pekerjaannya untuk fokus menyelesaikan kejadian tersebut. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Aprillio Akbar

Mau Gunakan Angkutan Massal, Kemenhub Ingatkan Protokol 3 M

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:52 WIB
Pemerintah pun akan terus mendorong masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam menggunakan kereta...
MI/PIUS ERLANGGA

Kesbangpol Imbau Warga Ramaikan HUT RI dengan Umbul-umbul

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:40 WIB
Peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini akan terasa sangat berbeda karena Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19 yang mewajibkan setiap...
MI/Tri Subarkah

Penyidik Gali Motif Anji Unggah Video dengan Hadi Pranoto

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 16:00 WIB
Tim penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) terus menggali motif atau maksud tujuan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji yang mengunggah video...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya