Rabu 15 Juli 2020, 10:50 WIB

Sekelompok 'Bayi Naga' Lahir di Slovenia

Galih Agus Saputra | Weekend
Sekelompok

Unsplash/ David Clode
(ilustrasi) Salamander Pohon Zaitun yang dikatakan peneliti Slovenia mirip naga, siap dipamerkan ke publik.

SELAMA ini naga dianggap hanya mitos. Hewan yang dianggap paling mirip adalah komodo yang hidup di Pulau Komodo, Indonesia. Namun, sejumlah ilmuwan dari Slovenia mengklaim, ada lagi mahluk yang mirip dengan hewan bernafas api itu dan bayi-bayinya baru lahir. Mahluk itu adalah Salamander Pohon Zaitun.

Salamander Pohon Zaitun atau yang mereka sebut Olm itu lahir di sebuah gua bernama Postojna. Sejumlah ilmuwan telah memelihara telurnya dalam beberapa tahun belakangan. Menurut mereka, salamander yang satu ini hampir tidak dikenal manusia, karena proses perkembangbiakannya yang sangat lambat. Dalam satu dekade ini saja, mereka jarang sekali diketahui bertelur. 

Adapun penetasan di gua Postojna itu sebenarnya sudah terjadi pada 2016. Kala itu seekor betina Salamander Pohon Zaitun mengerami 64 telur, sebanyak 22 diantaranya menetas. Dari semua telur yang menetas itu hanya satu yang tidak selamat, sementara sisanya terjaga dengan sangat baik dan ketat dalam akuarium yang disimpan dalam gua.

Bayi-bayi Olm itu dirahasiakan kehidupannya dari publik selama empat tahun belakangan. Namun, sekarang pihak pengelola sudah siap untuk memamerkannya untuk umum, dengan jumlah 30 pengunjung setiap hari. Tur bayi naga ini dikemas dalam paket wisata bermama 'Meet The Baby Dragon'.

Direktur Pelaksana situs Gua Postojna, Marjan Batagelj menjelaskan, hanya tiga ekor Olm yang akan dipamerkan dalam tur tersebut. "Pembukaan wisata akuarium dengan tiga bayi ini akan menandai tonggak sejarah baru bagi Olm Postojna," tuturnya, seperti dilansir Ladbible.

Ia selanjutnya juga menjelaskan, salamander tersebut dapat hidup hingga 100 tahun. Sebagian besar hidupnya berada di bawah air, yang mana zaman dahulu orang-orang percaya kalau salamander itu merupakan keturunan naga air.

Pemimpin Laboratorium, Katja Dolenc Batagelj menjelaskan proses perawatan spesies yang satu ini cukup mengharukan, tetapi juga sangat menakutkan. Ia sangat langka, unik, tapi juga rentan dan oleh karena itu menuntut ketelitian maupun kehati-hatian anggota tim di dalam gua. 

"Kami merasa memiliki tanggung jawab besar ketika banyak hal mulai terjadi, karena bagi kami apa yang telah diharapkan dari Gua Postojna ini telah berlangsung selama berabad-abad," katanya.

Katja berharap kerja keras tim penyelamat Salamander Pohon Zaitun di Gua Postojna dapat menambah keragaman spesies salamander di dunia ini. Langkah penting yang harus ditempuh selanjutnya ialah menjaga lingkungan buatan tetap seperti habitat alami, agar pengembangbiakan di masa depan semakin optimal sehingga Salamander Pohon Zaitun tetap lestari. (Ladbible.com/ M-1)

Baca Juga

Dok. Open Doors Locarno Film Festival.

Curhat Para Sineas Asia di Masa Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 07:45 WIB
Sementara sineas Indonesia mulai berproduksi, sineas Filipina berkonsentrasi ke pengembangan naska dan...
Dok. Perang Kota

Film Perang Kota Diundang ke Sørfond Norwegia

👤Fathurrozak 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 06:15 WIB
Film karya Mouly Surya ini diundang untuk ikut berpartisipasi di Sørfond Norwegian South Film...
Facebook Indonesia

Keluarga si Nopal Ajak Warganet Bijak Bermedia Sosial

👤Fathurrozak 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 20:00 WIB
Facebook meluncurkan kampanye aman bersosial media lewat video animasi keluarga Si...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya