Selasa 14 Juli 2020, 13:50 WIB

2 Langkah Garuda Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
2 Langkah Garuda Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/ P
Pesawat Garuda

 

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan langkah inisiatif yang dilakukan untuk merespons dampak covid-19. Terdapat dua kategori inisitif, yakni jangka pendek dan panjang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan untuk inisiatif jangka pendek antara lain melakukan optimalisasi pendapatan non penumpang atau kargo akan dimaksimalkan.

Baca juga: Diukur dari Beras, Kemandirian Pangan Indonesia Timur Rendah

"Bapak Ibu, mohon dipahami bahwa pesawat bagian atasnya untuk penumpang sementara bagian bawah itu kargo. Jadi kita akan maksimalkan pendapatan kargo dan dari charter," kata Irfan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7).

Irfan menyebutkan per hari Garuda Indonesia melakukan 10 penerbangan yang diisi hanya kargo saja, karena tidak punya pesawat khusus kargo tetapi mendapat izin dari departemen perhubungan sehingga dapat menaruh barang di bagian penumpang atau di atas kursi sepanjang beratnya tidak lebih 70 kilo.

Selai itu, juga melakukan efisiensi biaya kepada pemasok, avtur, maintanance, maupun jasa kebandar udaraan.

Sementara, untuk jangka panjang Garuda Indonesia melakukan hard block strategy pesawat atau melakukan penerbangan 1 kota yang sudah di blok oleh pihak ketiga dan semuanya ditentukan oleh pihak ketiga.

"Sehingga kita berharap pihak ketiga memiliki keahlian yang lebih mendalam dengan memastikan penumpang dari luar negeri bukan dalam negeri," ujar Irfan.

"Kita harapkan Garuda lebih banyak fokus mendatangkan wisatawan dari pada membawa penumpang Indonesia ke luar negeri," imbuhnya.

Selanjutnya, ada code share interline agreement dengan maskapai untuk meningkatkan marker share yang sudah bekerja sama dengan beberapa negera. Seperti, melakukan penerbangan seluruh kota di Eropa melalui Amsterdam Belanda yang bekerja sama dengan Royal Dutch Airlines (KLM).

Selain itu kerja sama juga dilakukan dengan maskapai asal Amerika Serikat Delta Airlines yang melakukan penerbangan ke Amerika Serikat melalui Jepang.

GIAA juga melakukan optimalisasi pendapatan umroh berdasarkan feedback dari banyak travel agency maupun dari daerah untuk membuka peluang penerbangan langsung ke Tanah Suci.

"Palembang, Surabaya, Padang dan beberapa kota lainnya. Sehingga untuk melakukan penerbangan umroh tidak perlu lagi mampir ke Jakarta dan bisa langsung ke Tanah Suci. Kami juga diskusi dengan Kemenag untuk jamaah fokus langsung ke Tanah Suci tidak ke tempat lainnya," jelasnya.

Selain itu, melakukan restrukturisasi sewa pesawat dengan cara memperpanjang jangka waktu penggunaan pesawat dengan harapan menurunkan sewa pesawat dan terminasi kontrak sewa pesawat yang tidak produktif.

"Inisiatif-inisiatif itu juga nampaknya belum cukup menutup gap atas penurunan yang signifikan dibandingkan penurunan biaya dari perusahaan karena kita juga banyak keterbatasan khusunya mengenai biaya SDM. Sehingga, kita perlu melakukan pembiayaan sebesar Rp9,5 triliun yang akan digunakan untuk biaya operasional agar kita bisa beroperasi dikemudian hari," tandasnya.

Yang terjadi akibat covid penurunan jumlah penumpang 90% sementara biaya operasional hanya mampu menurunkan disekitar 60% jadi ada jarak yang cukup signifikan antara jumlah penumpang dengan biaya.

Perlu diketahui bahwa, posisi finansial Garuda Indonesia pada 1 Juli 2020 cashflow yang ada di perusahaan sekitar US$14 juta sementara pinjaman ke bank dan lembaga keuangan sebesar US$1,3 miliar, serta utang usaha dan pajak sebesar US$905 juta. (OL-6)

Baca Juga

Istimewa

Kemudahan Investasi Asing Genjot Industrialisasi

👤RO/Micom 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 21:16 WIB
Regulasi yang memudahkan masuknya investasi harus didorong, seperti RUU...
ANTARA/Audy Alwi

Perusahaan Swasta Besar Harus Jadi Bapak Angkat UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 19:34 WIB
Menurut Aviliani, perusahaan besar itu menjadi bagian dan wajib mengangkat kehidupan...
Ist/Maybank

Maybank Indonesia & Maybank Foundation Teruskan Program RISE 2.0

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 16:03 WIB
Pelatihan RISE 2.0 level Basic ini berlangsung secara daring dengan total peserta 25 penyandang disabilitas dengan berbagai latar...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya